Cerita

Surat untuk yang Terkasih

22.59

Dear...

Kupikir semuanya baik-baik saja. Maafkan aku yang bukan seorang peramal untuk membaca isi hatimu. Semuanya menjadi jelas, saat keheningan terasa sangat nyaring. Dan aku tidak mampu menyingkirkannya. Tapi aku tahu, setelah hari itu, semua tidak mudah lagi.

Menyiksa.. itulah yang aku rasa. Hatiku bukanlah mainan. Tanpa tanggung jawab engkau permainkan. Tanpa kejelasan engkau tinggalkan. Tanpa perasaan engkau tiba-tiba bosan. Tanpa perkelahian engkau memutuskan. Ada apa? atau ada siapa?



Apakah aku baik-baik saja? sama sekali enggak. Bahkan aku heran. Kenapa kamu yang bersikap seperti kamu yang tersakiti? Percayalah, yang ditinggalkan jauh terasa lebih sakit. Katamu, kamu pernah mengalaminya. Kenapa kamu melakukan itu? Ngga ada yang aku inginkan selain bisa kembali bersamamu. Maafkan aku yang tidak paham dengan alasan yang kamu berikan. Rasanya aku ingin menghilang saja. Maafkan aku yang sudah memintamu kembali padaku. Kini aku harus sadar, kamu sudah tidak menginginkanku. 

The End

10.06

for the sake of my life