sejuta rasa

17.44

adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perjalananku hari ini. Seperti biasa aku berangkat sekolah mepet mepet jam 7. Sampai disana pun nyaris jam 7, terpaksa kuparkir motor kesayanganku di lapangan sebelah sekolah yang dikelola oleh pemuda dari karang taruna. Kebetulan hari ini adalah hari jum'at, dimana semua orang menggunakan baju muslim. Lari dan berlari ke kelas yang bertempat dilantai 2 pojok, bersebelahan dengan WC. fiuuh untung gurunya belum datang, karena pelajaran pertama hari jum'at adalah guru MTK yang luarbiasa kejam hhe.
Suasana kelas tampak ramai, sebagian berlatih suling dan pianika, sebagian lainnya hanya mengobrol dan bercanda. Hari ini memang direncanakan untuk berlatih recorder/suling serta pianika, demi lancarnya pentas pada hari senin nanti. Karena kelas kami, dipercaya untuk membawakan lagu 'mengheningkan cipta'. 3 mata pelajaran akhirnya dapat diselesaikan dengan cepat. Usai melaksanakan sholat jum'at di masjid milik SMA Negeri 2 bekasi, yaitu darul ulum, bergegas kami kembali kekelas. Suara melengking recorder kembali dibunyikan, alunan melodi dan serangkaian nada nada kami campurkan. Sempat beberapa kali terjadi kericuhan, karena beberapa bahkan banyak diantara kami yang bandel untuk tak bisa diam. Bahkan sampai ada yang tersulut emosinya, mungkin sekitar 5 orang tiba-tiba mendadak galak. Akhirnya selesailah latihan kami.
langsung saja aku bergegas pulang, sampai dirumah ternyata gelaaaap. Ya bukan karena mati lampu, ternyata efek mendung saja. Dilanjutkan dengan ubek-ubek komputer sekaligus browsing kaskus sudah menjadi kegiatan pokok. Kemudian, aku mencoba mengirim sms ke seseorang yang amat berharga, namun tidak dibalas. Sungguh malang dan sial, tak apalah, mungkin ia benar sedang sibuk. Sekitar jam 4.20 sore, aku mengantar adek perempuanku satu-satunya ke sebuah bimbel. Karena merasa bosan dan jenuh dirumah, aku keliling bekasi naik motor. Dari daerah alazhar jakapermai, luruuss terus sampai lampu merah dekat BCP. kemudian luruuuss lagi sampai dengan carefour bekasi timur. Belum lelah, masih berlanjut sampai ke daerah PUP, kemudian baru mengitari narogong, rawalumbu dan akhirnya kemang. Namun sempat digalaxi, aku melihat sebuah insiden berdarah. Seorang pengemudi matic 'mio' berwarna merah, mengenakan baju dan helm berwarna merah, laki-laki dengan umur sekitar 15 tahun, masih cukup kecil. Ia mencoba untuk muter balik, dan nyaris nabrak motor lain yang melintas. kemudian saat ia ingin belok, ia malah terjatuh akibat rem mendadak disertai gas yang terdengar dipelintir cukup dalam. gdubrak, spontan semua orang dan pengendara yang ada disekitar intermedia galaxi menoleh. Namun perjalanan ke rumah tetap kulanjutkan, tampaknya ia masih belum pro dalam menggunakan motor.
Dan hari ini telah berakhir dengan segala emosi, ricuh, insiden, tawa, dan duka, maka hari ini penuh dengan sejuta rasa

You Might Also Like

2 comment