Kisah Semasa SMA

22.29

Bercerita tentang masa-masa SMA mungkin tidak ada habisnya. Masa-masa yang penuh dengan pengalaman baru, kini telah kulewati. Dan bersiap untuk memulai jenjang perkuliahan. Cerita ini seharusnya tidak dapat ditulis hanya dalam sebuah post. Namun akan saya buat supeeeer singkat. Dan singkatnya cerita ini akan saya mulai.


Sekolah Menengah Atas, jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari SMP, dan disinilah saya memulai banyak pengalaman baru yang takkan bisa saya lupakan. Begitu lulus dari Sekolah Islam Swasta, saya pun menentukan pilihan Sekolah lanjutan yang tidaklah mudah. Dengan Nilai kelulusan yang cukup baik pada saat itu, saya merasa cukup siap untuk memilih SMA di Jakarta. Berbekal informasi yang sangat banyak dari Ibu saya, guru SMK di Jakarta, bukan hal yang mustahil untuk lebih mengetahui tentang penerimaan siswa baru disana.

Pilihan sekolah pun tidak hanya 1 atau 2, namun bisa sampai 5 pada masa itu. Saya kemudian memilih beberapa sekolah yang bagus dan cukup memenuhi kriteria yang saya cari. Disaat yang sama, SMA Negeri 2 Bekasi mengadakan tes untuk jalur Khusus atau Kelas Unggulan. Walau ternyata hanya berbeda di fasilitas AC, LCD projector dan meja belajar bagus.

Tanpa ragu, saya mengikuti tes tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai cadangan apabila tidak diterima di Jakarta. Ditunggu, ditunggu, gotcha ! Saya lulus tes di SMAN 2 Bekasi, begitu pula dengan tes di Jakarta, tepatnya SMAN 14 Jakarta. Sempat bingung pada saat itu, kesempatan dan pilihan sudah ada, hanya tinggal memilih. Pada akhirnya pilihan dijatuhkan pada SMAN 2 Bekasi. Kenapa saya memilih itu ? Orang tua saya bilang kalau di Jakarta, kemungkinan terlalu jauh serta akan menguras tenaga. Sok atuh masuk SMAN 2 Bekasi aja.
Memasuki gerbang SMAN 2 Bekasi, Masa Orientasi Siswa (MOS) dimulai dengan hati berdebar-debar. Awal upacara pembukaan, saya ditunjuk sebagai salah satu siswa perwakilan untuk memulai MOS secara simbolis. Kaget ! mengapa saya ? mengapa bukan yang lain ? Saya ditunjuk oleh seorang kakak kelas yang bernama "Aisyah", Salah seorang kakak kelas OSIS yang sangat pintar (beneran lho). Tahu apa yang terjadi? Buruk sekali baris-berbarisku pada masa itu, tidak ada basic skill baris berbaris, tapi dia bilang "masih pertama kali ini, nanti juga bagus". Setidaknya bisa menghiburku pada saat itu, walau memalukan.

Kemudian hari-hari awal MOS, saya berkenalan dengan sejumlah teman. Ingat sekali saya, berkenalan dengan Dwi Febrianto, anak yang saya kira awalnya asal-asalan, ternyata MEMANG ASAL-ASALAN HAHAHA. Memandang ke bangku lain, dengan Firman Swade atau biasa dipanggil 'copet', sahabat yang duduk disebelah Danco (nama ancur buat dwi). Begitupun dengan yang lainnya. Ada Taufik Ismail (topik) yang dari awal kelihatan seperti orang pintar, dan ternyata memang pintar. Dan Aulia Arman (cumi) yang freak bangeeet sama game dan segala hal berbau komputer. Kemudian sampailah pada hari Pemilihan Ekskul. Kebetulan Ekskul yang ada di Etniez (nama beken buat SMA 2) cukup banyak. Dan pilihan pada waktu itu WAJIB 2 pilihan, yang padahal nyatanya tidak sejalan dengan apa yang kita pilih.
Saya memilih PMR dan KIR. Kenapa pilih PMR ? berbeda dengan 2 ekskul lainnya, yaitu Pramuka dan PASKIBRA, yaa tau sendiri deh hhehe. Dan saya memilih KIR, kenapa ? Saya rasa KIR cukup menyenangkan lho. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata males juga buat ngikutin ekskul yang banyak maunya tapi anggotanya ternyata tidak tahu kemana sih sebenarnya ekskul itu berorientasi. Anggota yang ilang-ilangan membuat saya ikut menghilang (?). Lama kelamaan, saya pun lepas dari PMR, namun masih berkutat dengan KIR.

17 Agustus, Hari Raya Kemerdekaan yang akan dimeriahkan oleh penampilan dari PASKIBRA, saya ada di dalam pasukan itu ! Bagian pasukan depan, kebetulan tinggi saya memenuhi kriteria, hhehe. Dari situlah saya memulai debut di PASKIBRA, sampai pada kelas 11, saya terpilih menjadi ketua. Tak pernah terpikirkan kalau saya akan seperti ini, dan secara tak langsung, saya adalah bagian dari OSIS. Menyenangkan karena teman-temanku bertambah banyak seketika.
masa-masa paskibraka
Di masa Kelas 11, saya berkenalan dengan orang-orang baru di kelas 11 IPA 1, terletak di lantai 2 pojok dekat WC. Berkenalan dengan sejumlah anak, disana terlihat gerombolan anak dari X.4 yang masih duduk bersama, begitupun yang lainnya duduk secara berkelompok. Daniel Manurung, anak yang bertubuh besar ini ternyata paling gak bisa diam lho dikelas! dia jago banget ngomong hahhaha. Adapula Aryo Putra yang juga sama gak bisa diam, kerjaannya lari-lari dikelas ampe kejar-kejaran. Dan lagi, ternyata dikelas ini saya masih sekelas dengan Topik, danco, cumi, dadhi dan lainnya.
teman-teman ipa 1


Masih banyak sebenarnya yang ingin saya jabarkan, namun capek juga nulisnya hehe. Kemudian di masa kelas 12, tetap saya berada di kelas 12 IPA 1. Bersama dengan teman-teman dari 11 IPA 1 yang lalu. Tidak ada yang berubah strukturnya. Hanya perubahan KM, dari Aryo menjadi daniel. Kelas super gila ini tidak berbeda dengan kelas-kelas lain, namun kadang menyebalkan sekali ketika kita dihadapkan dengan para guru-guru yang selalu membanding bandingkan.

Kelas 12 IPA 1, terkenal dengan nama gaulnya "CES-1" yaitu Community of Tweleve Science - 1. Sungguh menyenangkan berada dikelas ini, karena setiap harinya selalu saja ada bahan untuk tertawa.

Dan tibalah kami disaat-saat terakhir perpisahan SMA. Setelah melewati serangkaian Tes Masuk Universitas, Ujian Nasional, beberapa dari kami sudah siap dengan universitasnya masing-masing. Namun bagi yang belum, mereka masih harus mengikuti serangkaian tes lagi.
teman-teman ipa1

Perpisahan sekolah, bertempat di Hotel Horison, Krakatau Room, Bekasi. Acara tersebut cukup megah. Dan terakhir penutupannya begitu menyentuh. Namun perpisahan bukan akhir dari segalanya. Saya pun sudah harus siap untuk menetap di Semarang, daerah Tembalang persis depan Kampus UNDIP.

teman-teman arsi undip

You Might Also Like

0 comment