mari introspeksi karya Render 3Dku

16.48

entah apa yang mau saya tulis hari ini, ada ide pun sebenernya ngga. Sudah cukup lama juga tidak menulis di blog. Sekarang sedang sibuk-sibuknya mengasah kemampuan 3D dan tugas-tugas kuliah. Uniknya, ditengah-tengah kesibukan itu, saya merasa masih punya waktu luang untuk mengerjakan hal lain. Alhamdulilah saya sudah merasakan gimana rasanya mengerjakan proyek :D yaa meski proyek yang tidak besar, tapi ini proyek pertama ! haha. dan kemudian datanglah proyek-proyek lain. Semoga hal ini terus meningkat, amin.

Pada kesempatan kali ini mungkin saya ingin share tentang hasil rekap renderan 3D. kalau sebelumnya saya sempat rekap soal sketsa, kali ini tentang 3D. ohya, rencananya saya juga akan membuat buku, ukuran 20cm x 20cm yang berisi rekap karya saya dari tahun 2010-2011. dan formatnya bakal seperti buku tutorial majalah gitu deh hahaha. (wacana)

yauda langsung kita mulai aja rekapnya, semua foto render yang saya tampilkan disini, saya upload di flickr. jadi untuk tahu lebih detail tentang gambarnya bisa dibuka di flickr saya.

yang pertama adalah renderan ruang makan.

123


renderan diatas merupakan tugas fisika bangunan saya tentang pencahayaan. renderan inilah yang mengawali debut saya didunia render merender :p dengan adanya tugas itu, saya merasa tertantang untuk bisa lebih baik. dalam renderan ini masih terlihat banyak kekurangan dalam segi material. untuk desain sebenarnya itu relatif menurut saya, namun untuk material, itu mutlak harus benar kalau mau menghadirkan kesan realistis.

yang kedua adalah Ruang santai, begitulah saya menyebutnya. temanya sendiri santai, sepi, tenang, namun futuristik. secara tampilan ini mengadaptasi dari renderan seorang calon arsitek juga, sama seperti saya.
1233


kekurangan yang nampak pada renderan ini menurut saya terletak pada material kusen kayunya. entah kenapa serat-serat kayu yang ada kurang menonjol, mungkin pemilihan material yang kurang cocok pada kusen tersebut.

lanjut ke renderan selanjutnya yaitu renderan Ruang Kamar yang temanya green futuristik. pada renderan ini sudah menggunakan komponen dan pemilihan material yang lebih variatif ketimbang renderan sebelumnya. namun sayangnya masih kurang halus penerapan material yang saya gunakan. kurang detail pada komponen ruang juga sangat mempengaruhi hasil render. coba perhatikan pada meja, kursi serta lemari. entah kenapa malah terlihat seperti mainan, seharusnya detail ukiran dan sebagainya perlu ditampilkan dalam modeling 3Dnya. dan yang perlu jadi catatan dalam render selanjutnya adalah angle camera. angle camera renderan ini sangat kurang enak dipandang mata, seingat saya focal length yang digunakan sekitar 30mm. ada baiknya jika mau merender, menggunakan focal length kisaran 55mm.

ruangijo


nah selanjutnya adalah renderan tentang Kamar Mandi :D konsepnya sih blue light efek Tron Legacy gitu. tapi jadinya malah agak kurang memuaskan.

wciseng


bisa dilihat pada renderan diatas, efek glossy reflection yang saya gunakan pada material lantai terlalu berlebihan. padahal nyatanya, kamar mandi itu tidak boleh glossy, karena menghadirkan kesan licin pada lantai. untuk lemarinya saya rasa cukup pas dengan perpaduan pegangan lemari krom. diatasnya diterapkan material batu marmer merah. untuk Closetnya sendiri saya menggunakan efek material porselen atau semacam keramik yang glossynya cukup tinggi. sayangnya pada material kaca, tidak terlihat seperti kaca. di renderan ini saya kurang bisa memahami karakteristik kaca yang pas.

selanjutnya masih dengan renderan bertemakan kamar Mandi, namun lebih simpel dan menurut saya lebih realistis.

finaleterang12


masih sama seperti kamar mandi sebelumnya, bahan closet menggunakan porselen. Bedanya komponen closet saya ambil dari 3dwarehouse, tidak seperti sebelumnya yang saya buat sendiri. untuk lantainya tidak dibuat glossy, melainkan sedikit doff dan cahaya yang terpantul mengalami refraksi. lantai keramiknya saya buat manual satu persatu, sehingga jarak nat dapat kita atur sendiri. konsekuensinya adalah sketchup jadi lebih berat. disinilah fungsi RAM menjadi menonjol bila tidak kuat. Namun hasil yang ditampilkan jadi lebih baik. Lampunya sendiri saya menggunakan IESlight downlight.

selanjutnya adalah renderan motor yamaha YZR-M1 yang biasa digunakan Valentio Rossi. Model ini saya dapatkan dari 3dwarehouse. namun pada versi saya, saya copot fairing depan pada motor ini. sehingga motor ini menjadi seperti street fighter look. pada renderan yang pertama, masih banyak kekurangan, disini adalah pertama kalinya saya gunakan HDRI sebagai latar. karena sebelumnya saya menerapkan foto panorama biasa sebagai latar. kekurangan yang kedua adalah segi kamera. settingan ISO dan Shutter Speednya masih belum saya gunakan, sehingga terlihat gelap.

finaletest2



nah berbeda dengan yang kedua, settingan ISO dan shutter speed sudah saya otak-atik agar menjadi lebih terang. sayangnya transisi dari ruangan ke halaman luar kurang saya manfaatkan dengan baik, sehingga terlihat seperti terpotong.

finalemotocerah



selanjutnya adalah render gelas dengan meja, renderan yang ini benar benar iseng belaka. hanya ingin mencoba testing pencahayaan latar dengan objek agar pas. dan hasilnya, voila ! latar dengan objek dapat selaras dalam hal pencahayaan, namun tidak selaras dalam hal penempatan hehe.

aneh



yuk mari kita lanjut ke renderan bertemakan DANBO ! tau danbo ngga sih kamu ? hehe, itu lho, boneka yang dibuat dari kardus bekas paket amazon. danbo juga lagi booming dalam versi paper craft, sayangnya saya sendiri kurang begitu minat membuat paper craft, jadi saya buat aja versi 3Dnya.

finaledanboe



temanya sih sederhana banget, based on cerita puss and boots yang waktu itu saya tonton, yaitu puss yang mencuri golden egg milik raksasa di negri awan hehe. setelah saya adaptasi jadinya Si raksasa Danbo yang pegang palu Thor sedang mengejar kawanan danbo cilik yang mencuri lemari emas. Lemari yang saya gunakan adalah lemari dari tugas Kewirausahaan. efek latarnya dari foto HDRI. untuk bayangan sendiri saya gunakan photoshop. karena apa  ? foto latar tidak bisa campur aduk bayangannya dengan sketchup. sayangnya bayangan yang saya gunakan disini, hanya asal-asalan, alias tidak bener-bener serius. pencahayaan juga sekiranya saja.

untuk renderan yang dibawah ini sebenarnya bisa dianggap karya gagal. karena benar-benar terlihat seperti renderan tidak niat. kesalahan yang mencolok ada pada latar belakangnya. foto yang saya gunakan beresolusi rendah, sehingga pada kualitas render tinggi menyebabkan gambar tersebut pecah dan blur. jadi kalau kamu mau render yang bagus, gunakan foto latar belakang dengan resolusi tinggi.

finale danbo2

selanjutnya masih bertemakan danbo juga. pada renderan kali ini, saya terinspirasi dari film yang memukau sepanjang zaman, Star Wars. saya kepikiran, gimana ya caranya membuat renderan dengan efek glowing laser ala star wars. dan pada kali itu saya coba terapkan pada danbo saya.

finale danbo3's HQ

voila ! tidak mau ambil pusing, pakai saja latar belakang kamar mandi yang pernah saya buat. pedang lasernya sendiri menggunakan material dengan efek layer Emisive. namun entah kenapa kurang terasa menurut saya. dibelakangnya saya buat model kepala danbo dalam tabung, seperti dalam film power ranger, Zordon.

capek ngga sih ngerender terus ? ngga bosen ? pertanyaan yang terselip di sela-sela pembicaraan anak muda. Ditanya capek ? ya jelas capek, bosen ? ngga kok. justru saya merender dikala saya bosen. karena dengan merender saya merasa bisa eksplorasi diri. Trus darimana aja konsep rendernya ? gampang kok, banyak-banyak melihat aja. kadang kalau saya lagi jalan jalan, dan saya bawa buku, saya suka gambar skets catatan tentang interior yang saya lihat. atau saat saya main game, terutama game bergenre SandBox ala GTA, Batman, Assassin Creed dsb. Banyak sekali gedung, rumah, eksterior maupun interior yang dapat kita gali. Jadi banyak main game menurut saya ngga salah kok, asal tau waktu dan tau diri. Lagian faktanya banyak juga lho arsitek luar negri yang kerja di pembuatan game untuk desain latarnya.

lanjooot ke renderan sederhana. temanya adalah maket struktur konstruksi. renderan ini aslinya ingin based on maket yang sebenarnya, namun saya agak kesulitan untuk membuat material bahan duplex. sehingga saya coba membuat dengan bahan styrofoam.

finale maketstrukon

renderan selanjutnya adalah renderan sebuah lobby. aslinya bangunan ini adalah sebuah museum kepresidenan di jogja, namun saya ubah menjadi sebuah lobby dengan atap terbuka. kesannya sedang tutup dan mendung. yang saya agak kurang sreg adalah pada material rotan pada bangku. kurang berkesan realistis. material rotannya tidak hanya dengan bump, namun juga dengan displacement.

finalelobbymendung

masih diruang yang sama, namun pada sequence yang berbeda, yaitu pada sudut ruangan, saya mencoba hadirkan efek lampu yang menyoroti lukisan di papan serta guci emas di pojok ruangan.

finale lobby sequence lampu


renderan selanjutnya adalah sebuah rumah yang baru dibangun, ide awalnya adalah kaca yang masih di cat dengan tanda X untuk menunjukan bahwa ada kaca disini. lalu saya juga coba menghadirkan danbo sebagai pemilik rumah tersebut. latar yang digunakan menggunakan foto HDRI sebuah taman diluar negri. efek cahayanya sendiri saya menggunakan photoshop dengan efek lens flare, sederhana saja namun berefek banyak. renderan ini merupakan renderan dengan view terbanyak yang pernah saya buat. kekurangannya ada pada air yang terlalu tenang, serta transisi gedung ke rumput yang kurang realistis.

finaledanbonewhouse

Demikian hasil karya yang coba saya ulik dikala senggang. Terlihat bukan? bahwa untuk mencapai sebuah hasil yang  lebih baik perlu adanya proses belajar. Trial dan error harus dilewati. Hingga akhirnya memahami bagaimana cara yang lebih efisien untuk hasil yang lebih baik.

Terima kasih buat kamu yang udah mau luangin waktu membaca blog ini, silakan berkomentar dibawah jika post ini dirasa berguna atau boleh kritik dan saran. Add google+ saya ya. See ya!

You Might Also Like

2 comment

  1. kevin van embis5 Juni 2013 14.20

    hebat,kok.salut.bisa belajar banyak,nih alias meguru gitu,loh!

    BalasHapus