Seperti apa Kuliah Arsitektur ?

19.43

Pameran Sejarah Arsitektur 2 (karya saya yang atas) dari kiri ada dewa, mahen, saya, ogi
Halo! Saya mau mencoba menulis sesuatu yang berguna deh sesekali hehe. Setelah kuliah 3 tahun di Arsitektur UNDIP, mungkin ini saat yang tepat bagi saya untuk memberi gambaran tentang bagaimana lika-liku kehidupan ber-arsitektur ria. Kalau masalah polemik kerja di dunia arsitektur mungkin belum tepat, karena pengalaman saya masih sedikit, meski sudah merasakan beberapa proyek kecil. Rencananya, bila tidak ada halangan, semester depan saya sudah ambil Tugas Akhir, atau bahasa lainnya skripsi ya. Alhamdulilah semua SKS sudah dilumat habis, hingga pada semester 7 ini, saya hanya perlu mengambil 13 SKS!

Sebenernya bingung juga nih mau mulai dari mana ceritanya, tapi akan saya coba mulai dari perjalanan awal ketika berada di kuliah Jurusan Arsitektur. Secara garis besar, kuliah di arsitektur itu menyenangkan. Ada cukup banyak gosip yang beredar bahwa untuk bisa jadi Arsitek harus jago matematika! harus jago fisika! bisa gambar sambil merem! eiiits tunggu dulu, tidak semuanya benar. TAPI! kalo kamu menguasai semua itu, yaaaa kamu bakal jadi keren aja dikampus hahaha. Kasarnya, banyak kok temen-temen dan saya sendiri yang nggak jago itu semua, gak jago kok bangga, tapi memang penekanan dalam dunia arsitektur tidak hanya pada hal itu semata.

Kuliah di Arsitektur, itu ibarat mau makan gorengan pake cabe, enak sih, mantep, pedes-pedes gimana gitu, tapi mesti sediain minum *lah? Dimanapun kuliahnya, prinsip kuliah di Arsitektur kurang lebih sama, mengajarkan kita untuk selalu banyak melihat, banyak berpikir kritis tentang "kenapa sih bentuknya harus begini ? kenapa gak begini ?" Contoh sederhana, kamu pernah nggak berpikir, kenapa kapur papan tulis bentuknya tabung memanjang? kenapa di bagian bawah lebih besar dari bagian atas? kenapa? Jawab WOY! hahaha. Kurang lebih kamu akan banyak bertanya-tanya seperti itu, mengenai bangunan, bentuk, fungsinya, dsb. Kita juga akan banyak diajarin hal-hal yang dianggap sepele dan kadang bikin kita sebel sendiri, buat apa sih dipikirin -_- eh ternyata dibalik semua itu penting banget buat dipikirin.

Kuliah di Arsitektur, itu ibarat artis. Dilayar televisi, kita harus memperlihatkan sisi cantik, namun dibelakang layar ternyata kita harus kerja rodi pagi sampe pagi lagi. Ini bukan mitos, tapi fakta. Kalau di arsitektur itu kuliahnya ngga banyak teori, paling kita hanya diajarkan prinsip atau mekanisme dasar dari sebuah ilmu maupun studi kasus pada desain yang sudah ada, sisanya? tugas! Tugasnya sendiri beragam ya, di semester awal, mungkin tugasnya lebih ke membuat benda-benda seni. tujuannya untuk melatih kepekaan kita terhadap seni. Beranjak ke semester yang lebih tua, biasanya mulai bermain di eksplorasi bentuk bangunan, bikin-bikin gambar dsb. Kalau kamu pinter bagi waktu, biasanya sih nggak perlu lembur, tapi kalo kurang pinter bagi waktu, mau nggak mau kadang harus lembur sampe berhari-hari. asal gak minum kratingdaeng aja ya ! hehe





iseng tuh seru
yaa intinya mah, kuliah dimana aja, jurusan apa aja ya asik-asik aja selama kita suka dan enjoy hehe. saya pribadi enjoy kuliah di arsitektur, terlebih karena saya memang orang yang dari dulu seneng gambar2, seneng berkreasi, dan senang menumpahkan ide-ide dimana saja hehe. terlebih di arsitektur itu kompetisinya lumayan ketat, karena kamu harus berani jadi orang yang 'nonjol'. kamu harus berani memamerkan desain dan karyamu. bukannya jadi sombong, tapi tanpa orang lain tau karyamu, kamu gak akan keliatan di arsitektur. makanya di arsi sering banget ada pemeran hasil tugas, bahkan tugas seringkali di 'lombakan' biar keliatan mana yang paling jago desain. Jangan lupa buat mempersiapkan diri, terutama softwarenya. Tipsnya udah ada disini soal Software Wajib buat Anak Arsitektur.

dari yang awalnya bikin kamar norak kaya gini (semester 3)
sampai akhirnya bisa bikin yang seperti ini (graduate)

uniknya di arsi adalah, nilai itu relatif bro ! yap, karena bagus atau tidaknya desain memang relatif. kadang menurut dosen ini bagus, menurut dosen itu kurang dsb. jadi kalo dilihat seksama, yang paling jadi tolak ukur seperti ketepatan struktur, ketepatan besaran ruang, standar pengguna, dan kreasi penggunaan material. kurang lebih ya seperti itulah randomnya kuliah di arsi.

kalo di arsitektur, jangan heran misalnya ada yg sombong gini, "gue belom tidur nih seharian -_-"... "ah itu mah biasa! gue belom tidur seminggu !" *lebay. sebenernya gak sehat ya, jangan ditiru. sering-sering aja ke KFC bro *eh. kalo mau kuliah di arsitektur, sebisa mungkin jaga pola hidup sehat, dan tegas sama jadwal main-nugas. Baca pula gimana rasanya saat saya menghadapi sidang tugas akhir Arsitektur sebagai bayangan kamu jika masuk kuliah Arsitektur.

Dan tak hanya di Arsitektur, dimanapun itu, kalau kinerjanya lamban, berarti mainnya dikurangi. kalau cepet kerjanya, baru deh nggak apa mainnya banyak hehe. Nah kalau kamu ingin tau gimana rasanya setelah lulus kuliah di Arsitektur dan melanjutkan pekerjaan di Bidang ini, kamu bisa baca artikel yang udah aku buat tentang Junior Arsitek di Airmas Asri, salah satu konsultan Arsitektur terbesar di Indonesia.

You Might Also Like

193 comment