Gempar Jilboobs!

22.34

Buseet belom juga kelar sama event libur Lebaran dan kisruh Pemilu, sudah ada lagi yang menggemparkan! Ini loh, soal fenomena jilboobs. Sebelumnya dipahami dulu makna dari jilboobs ini apa. Jilboobs terlihat seperti dua kata yang digabungkan secara definitif dari kata jilbab dan boobs. sebenarnya agak lancang juga sih kalo disebut seperti itu, karena kedua kata tersebut maknanya sangat bertolak belakang. kenapa ? simak yuk.



Jilbab merupakan media kain yang digunakan wanita dalam menutup auratnya, terutama pada bagian kepala hingga dada. namun kata Boobs memiliki arti dada wanita. Adapun arti dari kedua kata yang disambungkan tersebut memiliki makna sindiran sebagai

'para wanita berjilbab yang secara sengaja/tidak memamerkan dada mereka

meski masih berbalut pakaian namun tidak ditutup dengan santun. Sori kalo agak frontal, tapi itulah makna sebenarnya dari kata jilboobs tersebut.

Gue sendiri gak menyangka ternyata ada istilahnya seperti itu, awalnya gue menganggap cara berpakaian seperti itu masih biasa, tapi karena terlalu berlebihan, ternyata menjadi booming dan disebutlah istilah 'jilboobs'. Menurut gue ini bukan pujian, malah suatu hinaan yang amat besar bagi wanita-wanita yang mengenakan jilbab. Karena disamping wanita berjilbab ingin menutup aurat, terkadang mereka malah lupa menutup bagian yang seharusnya tidak ditampilkan berlebihan. 

Sebenarnya fenomena ini tidak akan terjadi bila 'selfie' tidak sepopuler sekarang. Kemudian gue coba search di gugel dengan keyword 'jilboobs'.
Dapat kita lihat sendiri bahwa yang keluar memang gambar-gambar wanita yang berlenggok didepan kamera untuk 'tampil'. Agak disayangkan memang, karena menurut gue ini cukup mencoreng definisi baiknya menggunakan jilbab. Semoga kedepannya bisa lebih menjaga diri masing-masing kalo mau berlenggok di depan kamera.


Jilbab dewasa ini terkesan mulai bergeser fungsinya, dari yang awalnya untuk menutup aurat, kini menjadi tren fashion tersendiri. Ada sisi positifnya, yakni keinginan untuk mengenakan jilbab menjadi semakin besar. Namun fashion ternyata mengorbankan syar'i yang dianjurkan menjadi bentuk-bentuk yang 'spektakuler'.

"Saking spektakuler sampai dilipat-lipat di kepala lalu kainnya habis untuk pernik dikepala dan menanggalkan bagian untuk menutupi dada..."


You Might Also Like

0 comment