Berlibur ke Pantai Sawarna Hari Pertama

09.48

salah satu spot favorit sawarna
Sebuah tempat eksotis yang baru saja saya kunjungi ini sangat pantas untuk kalian coba, mengingat lokasinya masih berada di Jawa Barat bagian selatan. Letaknya tidak jauh dari Pantai Pelabuhan Ratu. Awalnya saya bersama teman-teman, total empat orang, hendak berangkat ke bandung untuk menikmati weekend 3 hari. Namun, ketika mengetahui ada wisata yang lebih worth it, kami pun berangkat menuju Sawarna.


Perjalanan dimulai hari Jum'at pagi pukul 08.00 WIB, start dari halte cawang setelah saya menjemput teman-teman yang berkumpul menggunakan krl. Kami berangkat dengan sebuah mobil Avanza, tidak begitu disarankan menggunakan mobil bermesin rendah/sedan karena medan yang kurang baik disana. Keadaan tangki bensin dalam posisi full tank. Jalur yang kami gunakan melalui rute Bogor - Sukabumi - Pelabuhan Ratu - Pantai Sawarna. Seperti yang diduga, beberapa titik mengalami kemacetan yang cukup menyita energi. Seperti keluar tol saat sampai di bogor, memang bogor selalu macet -_-
Lokasi sawarna by googlemaps

Di Sukabumi beberapa tempat cukup lancar, hingga akhirnya jam 11.45 WIB kami berhenti di daerah Cicurug kabupaten sukabumi untuk ishoma. Perjalanan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB. Rute yang kami ambil sebenarnya agak membingungkan, entah benar atau entah salah. Karena ada dua rute bercabang, yang pertama rute yang dapat dilalui Bus/Truck dan rute yang tidak bisa dilalui Bus. Namun marka jalan menunjukkan arah Pelabuhan Ratu menggunakan rute yang tidak bisa dilalui Bus. 

berangkat dengan kondisi hujan di sukabumi
Jalan curam, teral pun kami lalui. Dengan rute ini, seperti membelah gunung. Skill dan keahlian memang dibutuhkan, karena jalan penuh dengan ritme kelok-kelok, serta tanjakan ekstrim. Rute ini disarankan dilalui pada siang hari, mengingat kalau malam akan sangat gelap. Akhirnya kami pun tiba di Pelabuhan Ratu pukul 15.00 WIB. Kami hanya singgah sesaat untuk mengisi bensin, karena indikator menunjukkan di posisi half tank. Uang pun kami keluarkan, 150rb, dan tangki kembali penuh. Memasuki area Wisata Pelabuhan Ratu kami harus membayar 30rb/mobil, hal ini diharuskan, karena untuk mencapai Sawarna masih ada 1 hingga 1,5jam perjalanan dari pantai Pelabuhan Ratu. 

Setelah melewati jalan yang dihiasi pantai cantik di sebelah kiri kami, akhirnya kami pun kembali membelah bukit, dan jalan yang kembali ekstrim, namun tak se ekstrim rute menuju pelabuhan ratu. Digerbang Sawarna (masih 2-3km ke pantai) terdapat uang masuk Sawarna. Kata Mamangnya, "seikhlas-nya", saya pun memberi selembaran uang 5rb. Jalan lebih banyak yang rusak ketimbang sebelumnya. Kemudian pukul 17.00 kami baru sampai di pusat Sawarna. Setelah memarkirkan kendaraan, kami langsung mencari penginapan.
tempat kami menginap. Disisi kiri adalah sisi pantai

Banyak penduduk sekitar yang menawarkan jasa untuk mencari penginapan. Hal ini sangat lumrah di daerah Sawarna. Namun kami memilih mencari sendiri, dan dapat persis di depan Indomaret, hanya jalan kaki, sehingga sangat dekat. Ohya, disini ada indomaret dan alfamart, namun tidak ada ATM. Tapi bisa pakai debit BCA jika tidak ada gangguan kata mbaknya.

Pengingapan yang disediakan cukup beragam, ada yang model kamar, ada pula yang homestay bersama warga. Kami memilih sebuah kamar yang cukup besar dengan AC seharga 500rb/malam, karena kami terdiri 2 laki-laki dan 2 wanita, sehingga perlu jarak agar kasur tidak terlalu dekat. Meski kamar ini cukup untuk ditempati 10 orang full bed dengan 1 kamar mandi dalam. Jika ingin tanpa AC harganya  300rb/malam sudah kamar mandi dalam, namun lebih kecil, 2 buah double bed lantai yang menempel di lantai.

Kami langsung bergegas ke pantai Sawarna yang berada tepat lurus dari penginapan, namun harus menyebrang jembatan gantung kayu. Didaerah sawarna, setiap destinasi wisata memang mengharuskan kita untuk menyebrangi jembatan kayu, karena terpisah oleh sungai yang besar. Dan kami pun menikmati sore di Pantai Sawarna, hamparan pasir dan bibir pantai yang sangat panjang.
Senja dipantai, sorry kamera jelek
Di Sawarna, terdapat 7 titik lebih tujuan wisata. Sehingga banyak jasa guide sekaligus sebagai ojek yang menawarkan diri. Mungkin kamu akan berpikiran untuk hemat dengan berjalan kaki, namun menurut saya yang terbaik adalah dengan menggunakan ojek, karena dengan berjalan kaki kamu tidak akan mendapat semua lokasi tepat waktu, terlebih jika berencana menginap hanya 1 malam. Atau hari akan keburu sore sebelum mendapat semuanya. Kecuali kalau kamu ada rencana berhari hari di Pantai Sawarna.

Jasa ojek yang dipatok 150rb/orang (2015, gatau sekarang berapa), abangnya bakalan nganter kamu dan nungguin kita ke semua tempat seharian. Namun kamu bisa nawar, kami mencoba nawar jadi 130rb/orang. Dan itu harus di booking pada sore hari, sehingga besok pagi, si abang sudah stand by didepan penginapan untuk mengantar kita melihat sunrise, karang taraje, goa lalay, hingga pantai tanjung layar.


Total Pengeluaran Bersama (4orang)
150ribu bensin premium
30ribu masuk Pelabuhan Ratu
5ribu masuk Sawarna
20ribu Pantai Sawarna (5rb/org)
500ribu Penginapan satu malam AC, kamar mandi dalam
20ribu Lagoon termasuk karang taraje (5rb/org)
520ribu Guide Ojek seharian (130rb/org)
20ribu Goa Lalay
20ribu Tanjung Layar dan pasir putih
total sekitar 1,3jt (320rb/org)

Makan dan snack tidak ditulis karena relatif tiap orang. Disana makanan berkisar 10rb-20rb untuk warteg dan makanan rumahan/sunda, masih normal kok. Yang mahal kalau direstaurant.

You Might Also Like

3 comment

  1. Kalau saya kemarin camping di Pantai Sawarna mas. Cuma sayang, hanya ke Pantai Ciantir ini dan Tanjung Layar, belum ketempat lain. Pengen banget balik kesana lagi.
    BTW, salam kenal sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya, tempatnya bagus, saya juga ingin kesana lagi kalau ada kesempatan. banyak banget spot-spot yang bagus yg belum terjamah.

      Hapus