Jalan-Jalan ke Pabrik Marmer

19.33

Dalam dunia arsitektur, marmer merupakan salah satu bahan alam yang cukup sering digunakan dalam berbagai keperluan finishing. Mungkin diantara kalian yang muslim cukup sering menjumpai penggunaan marmer di masjid. Baik sebagai finishing lantai, atapun dinding. Kebetulan karena salah satua proyek yang saya kerjakan akan menggunakan batu alam sebagai material finishingnya, maka saya dapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik marmer Citatah di daerah tambun.


Saat kami masuk area pabrik Citatah, suasananya sama sekali tidak 'pabrik'. Malah seperti kompleks golf menurut saya. Beberapa mobil caddy golf terlihat disini. Sempat berpikir bahwa kompleks ini begitu besar sehingga diperlukan mobil tersebut. Tak lama kami pun tiba di ruangan besar dengan struktur space frame. Terhampar pelat-pelat marmer dilantai dengan kode unik berhadiah diatasnya.


Marmer-marmer yang disusun ini tengah di simulasikan akan tingkat kecocokan polanya sebelum dikirim ke proyek yang dituju. Sehingga pada saat pemasangan, garis garis 'urat' pola marmer akan terlihat lebih natural. Meskipun kalian kalau ke masjid juga gak pernah merhatiin garis antar marmer kan?? begitu detail.


Berjalan lebih jauh sembari memerhatikan ragam proses pengolahan marmer, kami tiba pada sebuah mega showroom yang tepat berada disebelah workshop tadi. Marmer Mentah!! masih berupa bongkahan-bongkahan batu. Sangat besar, saya yakin, kalau ketindihan, pasti mejret. Nampak dari luar, batu-batu tersebut hanyalah batu. Namun ketika diproses sedemikian rupa, hasilnya sungguh ciamik dan dinikmati oleh banyak orang.


Harga marmer memang dikenal cukup mahal. Sebagai bahan alam untuk arsitektural, marmer tergolong sebagai bahan mahal. Produsen terbesar marmer didunia sendiri berasal dari itali. Konon di negara tersebut ada gunung marmer yang jumlahnya cukup untuk seluruh dunia. Di Indonesia ada beberapa tempat penghasil marmer yang cukup terkenal, seperti di jawa tengah, kalimantan hingga sulawesi. Prosesnya yang panjang dan sulit menjadikan harga marmer cukup mahal, namun keindahannya yang amat diburu membuatnya memiliki segmentasi pasar tersendiri.

Meski mahal, marmer juga memiliki jenis-jenisnya. Jenis tersebut dikategorikan menurut lapisan yang didapat. Saya agak lupa, namun lapisannya ada lapisan terluar, lapisan tengah dan lapisan paling dalam. Nah yang paling mahal itu lapisan yang dalam. Konon uratnya lebih halus dan ciamik. Salah satu yang saya sukai adalah jenis travertine. Yakni batu yang mempunyai karakter dengan sejumlah lubang-lubang alami. Rencananya jenis batu ini akan digunakan sebagai finishing eksterior. Sayangnya, marmer bukanlah batu yang aman terhadap cuaca. Ia rentan terkena jamur. Sehingga memerlukan perawatan dan coating khusus untuk eksterior.

travertine
Nah buat temen-temen yang juga dari jurusan arsitek, memahami material satu ini cukup penting. jadi jangan ragu buat mempelajarinya atau ngajak dosen minta study tour ke lokasi pabrik marmer. Salah satu proyek kelas atas yang menggunakan marmer citatah adalah Apartment Pakubuwono di Jakarta. 

Mungkin sampai disitu saja, apabila kamu punya hal menarik yang ingin disampaikan bisa langsung komentar dibawah. Thanks udah mau meluangkan waktu membaca blog ini, jangan lupa subscribe atau add Google+ saya! See you

You Might Also Like

0 comment