The End of Pokemon Go

8/27/2016 01:36:00 AM



Seiring berjalannya waktu, akhirnya tiba juga masa-masa surut bermain pokemon. Antusiasme yang cukup menggila di saat pertama kali launching, perlahan mulai menghilang. Satu persatu spot-spot lure yang biasa aktif kini semakin jarang ditemui. Perkembangan jaman memang sangat cepat, termasuk tren yang silih berganti. Pokemon memang permainan yang familiar dikalangan anak tahun 90an, terutama fans kartun maupun gameboy. Namun mengapa bisa sebegitu cepatnya surut? Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Saya coba merangkumnya dalam beberapa poin sebagai berikut.

Rasa Penasaran, adalah poin utama yang menjadikan game ini booming kala itu. Setiap orang ingin mencobanya, terutama jika melihat video-video trailer game yang mampu dikombinasikan dengan Augmented Reality. Sangat berbeda dengan tipikal game pokemon yang ditampilkan secara 2 dimensi, bahkan dengan resolusi rendah. Didukung pula oleh banyaknya pengguna smartphone, sehingga kemudahan dalam mengakses AR membuat semua orang dapat mencobanya kala itu. Siapa sangka, ketika lapar lalu diberi makan, maka akan kenyang. Begitupun rasa penasaran. Setelah banyak orang mencobanya, sebagian tetap bertahan, dan sebagian lainnya merasa game ini hanyalah seperti game-game lainnya.

Boros Baterai merupakan alasan kedua menurunnya jumlah pengguna aktif pokemon go. Tentu sebagai pengguna smartphone, kamu pasti tahu bagaimana borosnya ponsel kita ketika dipakai seharian. Bahkan hanya untuk browsing ataupun membuka sosial media. Ketika beban ponsel ditambah dengan GPS aktif pada permainan pokemon Go, serta diharuskannya untuk tetap standby demi menambah 'footstep' maka tamatlah riwayat ponsel kita. Dari yang awalnya dapat bertahan 5 jam, kini hanya mampu bertahan 3 jam dengan memainkan game ini.

Permainan Semakin Sulit merupakan alasan ketiga yang saya pilih. Sulit itu relatif. Sehingga memang benar jika tidak semua orang yang pergi meninggalkan pokemon Go karena alasan ini. Namun dapat dipastikan bahwa jumlah pengguna game ini berkurang akibat gap (jarak) level antara pemula dan yang sudah bermain lebih awal menjadi semakin jauh. Selain itu, setiap bertambahnya level, untuk mendapatkan pokemon juga semakin sulit ditangkap. Terlebih exp menuju level selanjutnya menjadi lebih gila. Saya mentok di level 22. Jika mau naik level, mungkin perlu 3-4 hari bermain pokemon dengan full power dan full time.

Cheat adalah alasan keempat yang cukup berpengaruh. Banyaknya pengguna android yang memanfaatkan fitur fake gps pada game pokemon go benar-benar memukul banyak pemain 'murni'. Awalnya semua orang sangat semangat untuk mencari pokemon, bahkan berjalan jauh sekalipun tetap dilakukan demi menambah footstep pada permainan. Seketika semuanya berubah ketika banyak pemain yang dengan bangganya berpindah tempat dari bojong tiba-tiba ke london dengan menggunakan fake gps. Sontak gym pun berubah drastis. Yang awalnya berisi pokemon-pokemon standar, berubah menjadi pokemon-pokemon yang tergolong sulit ditemukan. What a cheat! 



Ya saya sudah berhenti main pokemon, meski belum menghapusnya dari ponsel saya. Saat ini kegiatan yang lebih menarik adalah menonton youtube di ponsel sembari menunggu. Banyak hal informatif yang dapat diperoleh ketimbang hanya melihat pikachu..

You Might Also Like

0 comment