Memotret Kucing

21.06

Salah satu model alami yang dapat digunakan untuk memotret adalah kucing. Jika kamu tidak sedang bersama teman, atau tidak memiliki model untuk dipotret, hewan yang menggemaskan ini bisa menjadi alternatif model lho. Setidaknya, karena dia makhluk hidup yang bergerak, memotret kucing bisa menjadi tantang tersendiri untuk mengasah kemampuan kamu. Kebetulan saya memiliki seekor kucing jantan bernama ainun sebagai bahan latihan saya jika sedang tidak kemana-mana. Lantas apa saja sih hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memotret kucing? Saya akan coba menjelaskan berdasarkan pengalaman saya ya, meski belum profesional hehe.



Mata
Layaknya manusia, memotret kucing sangatlah indah jika kamu memfokuskan kameramu pada mata kucing. Jika kamu perhatikan, mata kucing memiliki warna yang sangat indah. Dan ini bisa menjadi point of interest dalam foto kamu. Terlebih jika kamu bisa menemukan kucing dengan warna mata yang berbeda antara kiri dan kanannya! 

Lagi liat cicak?
Bulu
Ini juga bagian yang cukup penting dalam memotret kucing. Memang beberapa ras kucing ada yang tidak memiliki bulu, namun dominasi kucing di Indonesia khususnya adalah kucing dengan bulu. Sehingga penting banget buat kita yang hendak memotret kucing untuk memperhatikan bulunya. Bukan berarti kita harus merawat bulu kucing liar lho, melainkan kita harus menjaga cahaya dan shutter speed kita untuk dapat mengekspos tekstur dan warna bulu-bulu kucing tersebut. Terlebih jika kamu memfokuskan pada mata, usahakan kumis dan bulu disekitar dahi kucing sangat tajam. Saya tidak menyarankan penggunaan ISO tinggi, karena akan membuat bulu terlihat soft dan tidak detail.

foto diatas sofa
Ekspresi dan Tingkah Laku
Nah, kucing nih makhluk yang sangat aktif. Bahkan untuk kucing rumahan seperti ainun. Ada saja tingkah lakunya, dari yang lari-lari hingga sekedar duduk bersantai tapi menggerakan kepala untuk menjilati badannya. Ada satu trik yang bisa kamu lakukan, yakni dengan membuat distraksi. Saya belum mencoba pada kucing liar sih. Tapi ini works buat kucing rumahan. Yakni dengan memancingnya menggunakan sapu lidi untuk menarik perhatiannya. Lalu arahkan ujung sapu lidi ke dekat kamera agar ia mau melihat menuju kamera. 

ekspresi kaget
Flash or No Flash?
Saya kurang tau ya apakah mata kucing sensitif terhadap flash apa tidak. Namun jika ingin pakai flash, sebaiknya di bounce ke langit-langit/plafond. Teknik ini sangat membantu jika kamu hendak foto didalam ruangan, hasil yang didapatkan juga sangat natural dan tekstur bulu yang dihasilkan sangatlah tajam.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, jika ada yang kurang silakan ditambahkan melalui komen dibawah, terima kasih.

You Might Also Like

0 comment