Fuji XF18-55mm OIS Review

18.56

Belum lama saya mereview produk lensa dari fuji, sekarang saya mau review lagi nih. Masih ada beberapa review lagi sih sebenernya, tapi karena lensa kit merupakan lensa yang cukup versatile untuk semua orang, maka akan saya coba ulas disini tentang lensa fuji XF18-55mm. Bagi sebagian orang mungkin akan bingung ya karena lensa ini focal lengthnya hanya terpaut sedikit sekali dengan saudara kitnya yakni 16-50mm seperti yang sudah saya review sebelumnya. Nah untuk bisa memilih mana yang kira-kira cocok sama budget dan kebutuhan kamu, yuk kita ulas bareng!

XF18-55mm OIS
Pada paket pembelian kamera fuji, umumnya kamu akan ditawarkan oleh beberapa paket lensa. Salah satunya adalah lensa ini. Namun paket kamera dan lensa yang ditawarkan untuk jenis lensa ini umumnya seri mid-level seperti XE ataupun XT. Saya cukup jarang atau belum melihat lensa ini di bundle bersama dengan seri XA, meski tidak menutup kemungkinan. Meskipun focal length lensa kit ini berbeda sedikit dengan lensa 16-50mm, harga yang ditawarkannya terpaut cukup jauh. Untuk lensa XF18-55mm, kamu harus merogoh kocek hingga 6 juta untuk harga baru BNIB non-bundle. Sedangkan XC16-50mm sekitar 3 juta, meski demikian, saya belum lihat ada yang jual lensa XC kondisi BNIB non-bundle. Maksudnya apa? Harga lensa 18-55mm ini sangat tinggi jika kamu berencana membelinya tidak bersama bundle kamera, sehingga ia memiliki dus tersendiri.

Body 
XF18-55mm f/2.8-4 merupakan lensa yang amat ciamik. To be honest, lensa ini cantik banget. Bener deh, berkali-kali dipandang, sedep gitu. Meskipun nggak sesedep tampilan bodynya si XF35mm f2 yang akan saya bahas di lain kesempatan. XF18-55mm menggunakan bahan logam untuk bodynya, yang berbeda dari lensa XC16-50mm. Bahan tersebut memberikan kesan premium yang dingin dan nyaman ditangan. Aperture ring yang digunakan pada lensa ini berjenis elektronik, sehingga ketika diputar, tidak ada batasan/mentok secara mekanik. Hal ini cukup disayangkan, karena terkadang sulit untuk mengira-ngira posisi aperture. Berbeda dengan XF35mm f2 yang menggunakan aperture mekanik, sehingga kita bisa hapal posisi bukaan.

Lantas bagaimana dengan focus ring? focus ringnya kurang lebih sama dengan lensa fuji lainnya, menggunakan elektronik ring, sehingga memang kurang lebih tidak senyaman menggunakan ring mekanik. Untuk fungsi zoom ring sendiri memang sangat smooth, bener-bener smooth. Berbeda dengan XC16-50mm yang ketika dizoom seperti loss, gampang banget diputernya. Kalau si XF18-55mm ini pas diputer seperti ada tekanan udara yang menahan jadi ngga gampang diputer atau gak sengaja keputer. 

Pada fisik XF18-55mm terdapat dua buah dial yang tersedia, yakni dial untuk Optical Image Stabilization, dan Auto Aperture. Jika kamu pengguna XF35mm f2, auto aperture dilokasikan pada ujung F-stop, yakni diatas f/16. Dengan lensa XF18-55mm kamu cukup menswitch dial tersebut menjadi auto aperture.

Image Quality
Hasil gambar yang didapatkan tergolong sangat memuaskan. Jika kamu pernah menggunakan XC50-230mm, XC16-50mm, kamu akan dapat melihatnya secara langsung. Meski demikian, ketajamannya belum dapat menyaingi XF35mm f2. Secara umum, performanya pada focal length 18mm maupun 55mm sangatlah baik. Terlebih kamu bisa menggunakan 18mm f/2.8 hingga 55mm f/4 yang sangat berguna pada kondisi tertentu.

sori kompres, foto ini handheld diatas motor dgn ISO800, f/11 dan shutter 1/5s
foto ini diambil ISO200, f/8 dan shutter 1/240s

Yang terpenting, menurut saya dan kebutuhan saya, kelebihan dari lensa ini yang peling utama adalah memiliki Optical Image Stabilization, aperture f/2.8-4, wide angle, versatile. Keempat hal tersebut penting, karena:
1) Optical Image Stabilization
meskipun kita sudah memiliki bukaan hingga f/2.8, terkadang ada saja momen dimana cahaya yang kita dapat tetap sedikit. Jika kita mengorbankan ISO hingga diatas 6400, hasil gambar akan kurang memuaskan. Dengan bantuan OIS, saya dapat menggunakan lensa ini hingga kecepatan shutter 1/30s handheld!!

2) Aperture f/2.8-4
bukaan ini sangat bagus sekali untuk mendapat cahaya yang lebih. Jika kamu ngga punya lensa prime dengan bukaan besar, atau ini hanyalah satu-satunya lensa yang bisa kamu punya, maka lensa ini adalah lensa yang sangat tepat. karena lensa ini dapat menghasilkan gambar bokeh lebih dari lensa kit yang ada pada umumnya dengan gambar yang luar biasa tajam.

3) Wide Angle
ini yang super penting menurut saya. karena saya cukup menggemari foto-foto cityscape maupun landscape, penggunaan wide angle sangatlah penting. Meski demikian, XC16-50 memiliki cakupan wide yang sedikit lebih lebar. Sayangnya, jika bicara image quality, saya lebih merekomendasikan lensa ini

4) Versatile
yup! lensa ini sangat nyaman dan bisa digunakan kapan saja. Lensa yang dapat digunakan untuk momen apa saja. Saya sempat kesulitan pada saat mengabadikan momen menggunakan lensa fix. Pasalnya terkadang ada saja momen yang mengharuskan kita untuk mengambil gambar lebar, adapula momen yang mengharuskan kita mengambil potrait dsb. Lensa ini cocok banget untuk kegiatan dokumentasi dimana kita belum tau kondisi maupun alur acara yang akan kita foto.


Worth to Buy?
Menurut saya pribadi, lensa ini worth to buy. Image qualitynya yang begitu tajam dan bukaan aperture yang besar sangat berguna buat saya, apalagi dengan adanya fitur Optical Image Stabilization, saya bisa mengambil gambar yang bokeh dengan kondisi gelap tanpa harus menggunakan ISO berlebihan. Hal yang tidak bisa saya lakukan ketika saya menggunakan XF35mm f2, meskipun memiliki bukaan besar, namun tidak memiliki OIS, sehingga ketika kondisi gelap, sangat sulit mengatur kamera shake. Jika budget kamu tidak mencukupi, menurut saya tidak perlu memaksakan untuk membeli lensa ini, XC16-50mm sebenarnya sudah cukup baik. Namun jika bisa beli ini, sebaiknya beli saat bundle, karena harganya jauh lebih murah ketimbang versi BNIB non-bundle (hemat sekitar 2,5-3juta)

lihat juga review saya soal lensa fuji, Review XC16-50mm, Review XC50-230mm, Review XF18-55mm

You Might Also Like

0 comment