Peralatan untuk Memotret Bintang

01.42

Halo! pada kesempatan kali ini, saya mau mencoba membagi cerita atau pengalaman singkat tentang pelajaran yang baru saja saya aplikasikan beberapa waktu lalu di artikel jalan-jalan untuk membuat foto bintang, atau nama kerennya Astrophotograhy. Kalau di luar negeri, kita dapat dengan mudah mengexplore feed instagram tentang astrophotography, karena ada banyak banget user yang mengupload gambar bintang-bintang tersebut. Sayangnya memang di Indonesia tidak begitu banyak. Terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk dapat mengambil gambar bintang di langit. Beberapa tips akan saya coba jelaskan disini, yuk simak!

Astrophotography merupakan salah satu genre fotografi yang memfokuskan diri pada foto langit terutama bintang. Umumnya dengan memotret bulan, maupun milkiway. Jenis fotografi ini dilakukan pada malam hari (ya iyalah). Nah salah satu tantangannya, untuk memotret milkiway, kita harus berada di tempat yang minim cahaya, contohnya adalah jauh dari kota. Hal ini lah yang saya lakukan pada saat saya hendak liburan ke pulau. Dengan mengetahui bahwa lokasi yang saya datangi masih terpencil dan jauh dari kota, menambah peluang saya untuk dapat memotret bintang.

Peralatan
1) Kamera
Ya, ini adalah alat basic yang wajib dimiliki, kalau ngga ada ini ya bintang-bintang tersebut hanya dapat kamu lihat. Pada saat memotret bintang, umumnya shutter speed yang digunakan berkisar 30 detik hingga 1 menit untuk mendapatkan bentuk bintang berupa titik. Lebih dari itu umumnya bentuk bintang akan menyerupai garis. So, pastikan kamera yang kamu pakai mendukung fitur shutter 30 detik maupun mode BULB.


2) Tripod
Nah ini adalah bagian penting yang jangan sampai luput. Bisa saja sih tanpa tripod yakni dengan meletakkan kamera di suatu tempat, namun jelas tidak praktis. Dengan bantuan tripod, kita dapat lebih mudah mengatur komposisi tanpa harus ribet mencari ganjelan untuk kamera kita. Saat travelling, sebaiknya gunakan tripod yang paling nyaman, biasanya semakin mahal, semakin enteng. Namun yang biasa-biasa saja sudah cukup kok, yang penting kuat menahan beban kameramu.


3) Lensa Wide
Meskipun lensa tele juga dapat digunakan, tapi lebih afdol jika pakai lensa wide untuk mencakup gambar bintang yang lebih luas. Saya pada saat memotret bintang menggunakan lensa XF18-55mm. Meski demikian, saya masih merasa bahwa focal length tersebut kurang wide, mungkin 12mm akan lebih baik. Ohya jangan lupa matikan fitur Optical Image Stabilization saat memotret di tripod agar hasil lebih maksimal.


4) Shutter Release
Tidak wajib sih, bisa juga pakai timer. Tapi saya mendapati di lapangan memang lebih nyaman pakai shutter release baik berupa kabel maupun wireless. Mungkin kamu bisa pakai handphone juga, namun lebih berisiko apabila kamu berada di tempat yang tidak ada charger, maka rencana memotret bintang pun jadi sirna, begitupula dengan sistem wireless yang menggunakan baterai. Oleh karenanya saya menggunakan kabel release. 


5) Senter
Buat apa? awalnya saya juga ngga pakai ini, tapi ketika saya jepret pertama kali dan mendapati komposisi saya tidak begitu bagus, maka senter ini saya gunakan untuk menerangi objek yang ada di depan kamera akibat terlalu gelapnya lingkungan sekitar saya. Dengan menyinari pohon dan semak2 yang ada di depan kamera, saya dapat mengatur komposisi agar terlihat lebih baik. Beberapa menyarankan menggunakan senter Infrared untuk hasil yang lebih jelas, namun pakai senter biasa sebenarnya sudah cukup.


Terus gimana caranya motret jika kamu sudah punya semua alat-alat tersebut? Jawabannya ada di artikel yang akan saya tulis selanjutnya yaa disinii.

You Might Also Like

0 comment