Kuliah Arsitek Tanpa Komputer?

20.04

Baru-baru ini saya dapat pertanyaan di Instagram saya. Pertanyaan yang cukup umum dan sebenarnya bisa langsung ditanyakan di blog ini agar temen-temen yang lain dapat menemukan jawaban yang ia cari. Pertanyaan seperti apakah kuliah arsitektur harus menguasai gambar tangan yang memang sudah seringkali ditanyakan. Dan jawaban saya tetap sama. Bahwa untuk kuliah arsitektur, kamu nggak harus jago gambar. titik. 

Kenapa saya bilang begitu? ya masa orang mau kuliah sudah harus jago :/ nanti pelan-pelan akan kamu pelajari bagaimana cara menggambar maupun membuat skesta yang baik dan benar hingga intuisimu terlatih secara perlahan di perkuliahan arsitektur. Dan bukan berarti yang jago gambar jadi merasa tidak diperlukan, itu nggak benar juga. Kalau kamu jago menggambar/sketsa, itu jadi nilai lebih buat kamu yang nantinya akan sangat berguna dalam tugas-tugas arsitektur.

Seberapa sering dipakai gambar tangan dalam perkuliahan arsitektur? cukup sering. Bisa dibilang dari semester 1 hingga semester akhir, gambar tangan akan selalu dipakai meski porsinya berbeda-beda. Seperti yang pernah saya jelaskan dalam posting arsitektur lainnya, bahwa gambar tangan akan menjadi dasar kalian untuk membuat permodelan yang lebih detail di komputer. Meski pada akhirnya memang peran komputer yang lebih dominan.

Iddo, rekan kantor lembur sampai pagi

Lalu pertanyaan ini muncul. Kalau nggak punya komputer bagaimana? Saya maunya sih jawab dengan enteng "kamu seharusnya punya komputer, ini tahun 2017", tapi saya nggak tahu background setiap manusia di bumi yang nanya ke saya, dan saya nggak sejahat itu. Akhirnya saya buat postingan ini.



Secara primer, peran komputer dalam kuliah arsitektur akan dibutuhkan untuk mengolah tugas baik dalam bentuk paperwork maupun bentuk grafis. Secara kebutuhan sekunder, peran komputer dapat digunakan untuk mendengarkan lagu, memutar film, browsing, atau mengumpulkan pundi-pundi uang mungkin? 

Apakah mungkin orang yang nggak punya komputer bisa sekolah arsitektur di tahun 2017? ya jawabannya mungkin. Bisa. Yang menjadi tantangannya adalah, bagaimana kamu mengerjakan tugas-tugas desain yang membutuhkan bantuan komputer? karena sebagian universitas dengan gamblang membagi bentuk hasil tugas dalam format komputer dan format manual (tangan).

tugas-tugas terkadang perlu di visualisasikan secara digital lewat bantuan komputer
Kamu bisa meminjam komputer milik teman, saudara, warnet? dan lainnya. Tapi jelas, disini intinya, kamu akan butuh komputer. Terlepas itu PC ataupun laptop. Problem mendasar di kuliah arsitektur adalah durasi pengerjaan tugas yang nggak sebentar. Ketika kamu merencanakan untuk meminjam komputer milik teman, ketahuilah, tugas arsitektur biasanya dikerjakan dari pagi hingga pagi bahkan berhari-hari. Nah, ada ngga temen yang mau dipinjemin komputernya dengan durasi yang lama, selama 4 tahun? Kalau kamu sewa komputer di warnet selama 4 tahun, saya rasa itu uang bisa buat beli laptop hehe. Toh teknologi komputer kan salah satu investasi dalam menunjang pendidikan.

You Might Also Like

0 comment