Servis Kamera Fujifilm Indonesia

16.26

Hai hai! Di postingan kali ini saya mau share sedikit nih soal service kamera fujifilm di Indonesia. Tentunya banyak dari temen-temen yang punya kamera fujifilm pasti masih suka bingung kalau mau service kameranya dimana, mesti bawa apa, berapa lama, harganya berapa, kalau nggak garansi bagaimana dan sebagainya. Maka dari itu saya mencoba menulis artikel ini. Harapannya bisa bermanfaat bagi temen-temen semua. Fyi, tulisan ini dibuat pada Agustus 2017, jika temen-temen baca di tahun 2020, mungkin sudah berbeda kondisinya hehe.

Lokasi Servis
Pertama saya akan membahas mengenai lokasi service-nya. Untuk di Jakarta, lokasinya saat ini (2017) berada di 88 Tower, Kota Kasablanka. Link lokasinya bisa klik disini. Buat temen-temen yang udah tahu Mall Kota Kasablanka di daerah tebet, 88 Tower ini persis nempel dengan mallnya. Sehingga untuk masuk ke 88 Tower, temen-temen bisa parkir di area mall, baik yang mobil maupun motor. Kalau diakses dari mall, lokasi masuknya berdekatan dengan Fish&Co, disana ada koridor menuju perkantoran 88 Tower. 


Karena status kita adalah pengunjung, maka kita memerlukan ID Card untuk masuk ke lantai atas tempat kantor Fujifilm Indonesia berada. Jangan lupa siapkan KTP dan mengantri di resepsionis untuk ditukar dengan ID Card. Lokasi Kantornya sendiri berada di lantai 36. Setelah mendapatkan ID Card, temen-temen akan diminta untuk Tap-in pada mesin yang berjejer disebelah resepsionis. Sama kok caranya dengan Tap-in di Busway maupun KRL. 

Nah habis itu, temen-temen mungkin akan kebingungan seperti saya pertama kali hehe. Disana akan berdiri sekitar 12 buah pintu lift kalau nggak salah, nanti akan coba saya lampirkan fotonya. Dari mulai Lift A-L. Kalian harus melihat notasi lift yang menunjukkan lantai yang akan kamu tuju. Contohnya Lift G,H,I memiliki tanda 'melayani lantai 32-38' artinya lantai 36 berada diantara lantai tersebut. Maka kamu perlu memencet tombol yang tersedia di ujung lift. Ketik '36' tanpa enter, karena tidak ada enter hehe. Nanti layar akan menunjukkan sebuah huruf. "G" misalnya. Artinya kamu akan disuruh naik lift G untuk bisa ke lantai 36. Begitu.

Setelah sampai di Lantai 36, keluar dari lift dan berbelok ke kiri, akan ada tulisan besar Fujifilm Indonesia dengan berbagai display camera disana. 

Cara Service
Untuk melakukan servis sendiri pun mudah, tinggal menghampiri resepsionis dengan mengeluarkan barang yang akan diservis. Ceritakan keluhan yang ingin dibantu untuk diselesaikan. Jangan lupa sertakan Kartu Garansi. Jika kamu membawa nota pembelian, akan lebih membantu. Jika tidak bawa nota pembelian, maka tanggal garansi kamu dianggap sesuai pada tanggal barang tersebut keluar dari gudang fujifilm. Which is kamu rugi beberapa hari atau minggu. 

Lalu kalau ngga punya kartu garansi gimana? misalkan kamu beli kamera yang bundle dengan lensa, tentu kartu garansinya cuma ada satu dong. entah itu dipegang pemilik sebelumnya atau bagaimana, nah itu tetap bisa service kok. Nanti dari kantor Fujifilm akan mengecek serial Number yang ada di lensa atau kamera yang kamu pegang. Maka penting banget agar stiker serial numbernya jangan sampai hilang.





Bukan Garansi Resmi Fujifilm Indonesia?
Lalu bagaimana jika Fujifilm saya bukan bergaransi resmi Fujifilm Indonesia? hanya garansi distributor? Sayangnya, jika bukan garansi resmi, maka fujifilm Indonesia akan mengenakan biaya servis 3x lipat. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak fujifilm Indonesia melalui email pada saat saya ingin bertanya jaman dulu. Jika menggunakan garansi resmi, kamu hanya akan kena biaya normal. Jika masih garansi, maka servis pun tidak akan dikenakan biaya. Harga servis pun bervariasi dari mulai 250rb hingga 550ribu yang saya ketahui, dan itu belum termasuk sparepart.

Makanya kenapa kamera Fujifilm yang dijual dipasaran ada yang harganya beda banget. Ada yang jual murah, dan ada yang jual mahal. Seringkali yang murah itu bukan garansi Resmi alias barang distributor yang diambil dari luar negeri. Sehingga ngga melewati sistem Fujifilm Indonesia untuk pengecekan Serial numbernya. Makanya hanya produk resmi yang akan terdetek oleh sistem Fujifilm Indonesia.



Kamera ditinggal, Aman?
Lalu apa saja yang harus diperhatikan saat ingin menyerahkan kamera atau lensa untuk diservis?
  1. Jika body kamera akan diservis, Pastikan baterai dan memori kalian tidak didalam kamera. Agar tidak hilang nantinya. (biasanya akan dicek sama petugas kelengkapannya ada apa saja)
  2. Pastikan kelengkapan yang ditulis petugas persis dengan kelengkapan yang kalian serahkan. misal kamera masih menggunakan strap/ tali, pastikan tali juga tertulis di form itu. Jika kamera kalian mulus 100%, pastikan tertulis mulus juga, jangan sampai balik dari servis tau-tau bopeng
Berapa Lama Servisnya?
Lalu berapa lama pengerjaan servis? sepengalaman saya, saat melakukan servis Fujifilm XT-10 pada bagian playback button, atau tombol gallery yang rusak mendelep (penyakit XT-10), waktu itu saya datang dan memasukkan kamera hari senin pagi ke kantor Fuji. Setelah dicek beberapa hari, saya diberi kabar status kamera saya di hari Rabu. Di hari Rabu tersebut dijelaskan kondisi yang rusak apa, masalahnya dimana, biaya perbaikan, serta waktu untuk dapat diambil/ selesai servisnya.

Lalu diinfokan bahwa kamisnya sudah bisa diambil. FYI, kalau bisa datang ke kantor fujifilm pagi-pagi, saya biasanya jam 9-10, karena tidak ada antrian. Konon kalau siang, udah ramai.

Kasus XT-10
Ohya melanjutkan tadi servis XT-10 pada bagian tombol playback atau gallery yang mendelep, merupakan kasus yang lumrah terjadi di XT-10. Sudah banyak kasus yang sama. Namun sejak di servis (2017) hingga kini (2020), masih aman, belum pernah rusak lagi pada tombol tersebut. 

Lalu bagaimana biayanya saat servis dulu? dulu saya gratis. Karena masih dalam masa garansi. nah ini kebetulan masih ada notanya, bisa langsung dicek. Tapi ini 2017 ya, ngga tau di 2020 apa masih sama atau tidak



Kasus XT-10 Lain
Nah pernah juga, kalau ngga salah di tahun 2017, saya mampir lagi ke Fujifilm Indonesia untuk servis kamera XT-10. Ceritanya sebabnya ada pada post saya sebelumnya tentang CFD Jakarta, Again. Jadi yang rusak adalah pada bagian elektronik mount. Sehingga kamera ngga bisa membaca lensa yang terpasang. Awalnya saya mengira lensanya yang rusak, namun setelah dicoba dengan berbagai lensa, ternyata saya menyadari, kameranya yang rusak.

Penyebabnya apa? saya juga kurang tahu sih, tapi kayaknya gara-gara saya bawa jogging jadi terguncang terus menerus. Total biaya yang keluar waktu itu, karena sudah ngga garansi lagi, sekitar 1,3jt. Mayan ya hehe.


You Might Also Like

0 comment