Cerita Dibalik Foto #1

23.01

Halo lagi! karena banyaknya foto yang saya upload di Instagram, beberapa teman suka nanyain tentang gimana cara ngambilnya, kapan ngambilnya, kok bisa, gimana ceritanya, dan lain sebagainya. Lalu saya memutuskan coba deh saya buat rubrik di blog ini tentang Cerita dibalik foto. Dalam setiap post mungkin foto yang dibahas hanya satu saja. Jika beberapa foto, artinya berada di lokasi yang sama atau tidak jauh berbeda. Nah difoto pertama yang akan saya bahas adalah foto ini!!


Hayoo apa kalian tahu ini diambil darimana? Kalau kamu anaknya 'Jakarta Banget', bisa langsung tahu nih ini diambil darimana hehe. Jadi ceritanya hari itu kalau ngga salah hari sabtu tanggal 16 September 2017. Tepatnya sih lupa hari itu ngapain sampe bisa kesana. Ohya! hari itu rencananya ada survey tugas ke senen!

Jadi hari itu saya naik gojek dari Stasiun Manggarai ke Bendungan Setiabudi. Kalau ngga salah namanya bendungan deh. Sejujurnya saya udah beberapa kali lewat sana, tapi secara pribadi belum pernah berhenti, turun, bahkan jalan kaki di sekitaran bendungan tersebut. Motivasinya sendiri karena seusai melihat foto karya orang di Instagram yang bagus banget di kawasan ini, saya jadi tertarik kesini. 



Sekitar jam 4 sore kalau ngga salah saya sampai di bendungan ini. Bener-bener belum tahu darimana spot foto yang bagus. Dan itupun sangat gambling, "apa nanti langitnya bakal bagus?". Pertanyaan yang sering terlintas buat pecinta foto landscape. Ketika saya coba jalan mengelilingi bendungan, saya melihat sebuah tempat yang kemungkinan 90% adalah lokasi foto hits instagram punya orang tersebut diambil. Namun ada kendala. Yap, untuk dapat foto yang bagus, perlu effort.

Jadi kendalanya adalah, saya sendirian. Dan lokasi pengambilan gambarnya sendiri berada di jembatan atau semacam pintu air bendungan gitu. Disana ada banyak sampah-sampah serta jalannya seperti buntu yang sebagiannya berada di kolong jembatan rasuna said. Masalahnya apa? masalahnya adalah, untuk mendapatkan foto sunset bagus, waktu pengambilan gambar terbaik adalah saat matahari mulai terbenam, dan kalau saya pergi sendirian kesana, sangat berisiko menjadi korban kejahatan. *serius.

Meski begitu, saya ngga berhenti dan menyerah! saya mencoba berjalan lebih jauh dan memutar. Sendirian banget inih. Beberapa orang juga sempet merhatiin saya. Mungkin karena wajah saya asing atau ngga familiar di daerah ini. Biasalah, orang kalau mau nyari spot foto pasti celingak-celinguk mencurigakan hehe. Akhirnya, saya berdiri di jembatan rasuna said. Tidak terlalu buruk. Meskipun memang ada kabel-kabel listrik dan pos gardu pintu bendungan yang mengganggu. Sehingga perlu sedikit trik dalam sudut pengambilan gambar. 

Beberapa motor pun mulai menepi saat matahari senja semakin nampak dihadapan kami. Dari mulai abang-abang gojek, hingga mbak-mbak yang berselfie untuk mengabadikan momen. Disitu saya merasa tidak sendirian. Saya aman. Setidaknya. Beberapa orang dengan kamera besar juga turut seperti mengabadikan gambar dengan serius. Saya pun mengambil beberapa gambar, dari mulai matahari masih bulat terlihat, hingga langit berubah menjadi kebiruan dengan lampu kota yang menyala indah.

Pulang dari lokasi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Memesan gojek dengan lokasi penjemputan "jembatan" membuat salah satu driver terpaksa meng-cancel orderan saya. Ditambah lagi dengan kondisi baterai iphone yang cepat sekali habis. Jika benar-benar habis, mungkin saya akan jalan kaki sampai manggarai sore itu hehe 😂

You Might Also Like

0 comment