Site Visit Renovasi GBK

14.02

Dalam rangka menyambut Asian Games 2018, pemerintah sedang gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan infrastruktur, baik transportasi maupun venue pelaksanaan acara tersebut. Nah salah satu yang paling disorot adalah perbaikan Gelora Bung Karno. Sebuah stadion utama di Jakarta ini sedang mendapat berbagai macam perbaikan, seperti ruangan baru, rumput, lampu, dll. Nah kali ini saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi stadion tersebut. Yuk disimak!

Jadi ceritanya tuh kemarin saya mau ketemuan sama temen karena ada barang yang mau dikasih. Nah karena dia kerja di sekitar Senayan, jadinya kami janjian di sekitar situ juga. Namun karena hari hujan dan sinyal agak sulit, saya memutuskan untuk menunggu dulu di FX sebelum menentukan lokasi pastinya. Waktu itu sekitar jam 4 atau 5 sore. Nah barulah dikabarin kalau ternyata kerjaannya belum selesai, jadinya saya disuruh ke lokasi aja nemenin kerja. Kebetulan yang kerja disana ngga cuma temen saya ini, tapi juga temen saya yang lain, jadi kami ketemuan deh secara tidak direncanakan.

Nah karena temen-temen saya kerja di lapangan, mereka lagi pengukuran yang harus diselesaikan malam itu juga, jadilah saya ngikut temen saya muter-muter GBK sambil ngukur volume pekerjaan. Yaa lumayan, karena saya dari arsitek dan belajar manajemen proyek, jadi paham juga pekerjaannya. Buat saya pribadi jadi private tour haha. Tapi ternyata pegel juga lho keliling GBK jalan kaki, naik tangga sampai lantai 4. 


Dari yang saya lihat, pekerjaan di GBK bisa dibilang sudah 80%. Di lapangannya sendiri sudah keren banget. Bangku-bangku yang berwarna-warni. Nampak juga railing-railing baru yang cukup tinggi sedang dipasang. Scafolding pun berjejer di tepi lapangan untuk memasang lampu-lampu yang sangat terang. Di lantai bawahnya, banyak ruangan-ruangan yang masih belum finish. Nampaknya cukup menjadi peer ya bagi kontraktor.

Pada tahap renovasi ini banyak sekali nampaknya ruangan-ruangan yang dibenahi. Saya juga melihat banyaknya dinding-dinding yang ditambal maupun dibongkar. Sepertinya pekerjaan tambah kurang akibat perubahan desain. Banyak diantara ruangan-ruangan tersebut menggunakan roster sebagai ventilasi penghawaan alami. Dan mayoritas dicat dengan warna putih. Pada bahan finishing lantai yang digunakan, nampaknya menggunakan floor hardener dengan clear epoxy. Saya juga sempat melihat beberapa pekerja sedang mengerjakan finishing lantai.



Meskipun sedang diperbaiki, namun alat-alat kelengkapan pada interior GBK nampak sudah terpasang. Seperti TV, rambu-rambu, hingga lampu penerangan. Kaca-kaca setinggi sekitar 3m lebih pun juga sudah terpasang di area fasad sebagai dinding ruangan yang mungkin akan difungsikan sebagai toko maupun fungsi lainnya. Nampak juga pemasangan kanopi-kanopi besar pada pintu gerbang yang terbuat dari besi. Mobil-mobil pekerja maupun alat berat juga lalu lalang disekitaran area GBK.

Sayangnya lingkungan luar GBK pada saat malam hari sangatlah gelap. Waktu saya kesana sekitaran maghrib, saya sulit sekali melihat karena penerangan yang minim serta akses jalan yang penuh tanah lumpur. Alhasil sepatu dan celana saya kotor sekali saat sampai di GBK. Meski demikian, terbayar karena bisa melihat GBK yang sangat cakep. Ohya saat kesini, saya pakai APD visitor, karena K3 di lokasi konstruksi sangat penting untuk diperhatikan.


Gimana kalau dibandingkan dengan Chandrabaga Bekasi? Jelas kelasnya berbeda. Soalnya kan GBK memang stadion utama di Indonesia ya. Terlepas dari hal tersebut, GBK menurut saya keren sih, apalagi karena sekarang sudah ada bangku-bangku dan lampu yang sangat terang. Sayangnya di GBK hanya menggunakan cat berwarna putih, yang kemungkinan besar akan kusam beberapa lama kemudian. Mungkin maksudnya baik ya karena ingin simbolis "merah putih", tapi entah, kurang berekspresi aja. Kalau soal atap, GBK dan Chandrabaga, sama-sama bagus. Saya terkesima dengan atap space frame lengkung Chandrabaga, kalau saja di Chandrabaga pakai bangku kaya GBK, jadinya pasti internasional banget hehe.

You Might Also Like

0 comment