Ehm Jadi Gini

00.22

Nulis apa ya.. mau curhat aja boleh kan? boleh lah, wong blog punya sendiri wgwg. Jadi ceritanya hari ini, hari minggu tanggal 3 desember 2017, adalah hari libur. Ya semua orang juga tau itu mah, elah. Tapi ntar dulu! bukan soal liburnya. Jadi ceritanya kan weekend ini masuk dalam kategori long weekend. Kenapa? karena kemarin jum'at ada Maulid Nabi. Jadinya mungkin orang-orang pada mudik deh itu dari hari kamis malam. Terus hubungannya sama saya apa?

"Hubungannya? engga ada.."
"Terusss?? kenapa diceritain?"
"ya kali aja kamu nggak tahu.. jadinya aku kasih tahu"
"...."

Dan aku pun rindu percakapan yang ngga ada meaningnya.
Percakapan yang intinya cuma ingin bikin seneng orang yang kita ajak ngobrol.
Bukan yang serius, percakapan santai, menanyakan kabar, menanyakan kegiatan.
_______

"Dia lagi apa ya sekarang?"
"Tanya langsunglah! masa nanya gue.."
"Ya kali nanya langsung.."

Tumpukkan kertas putih berserakan diatas kasur. Beberapa botol bekas minuman pun mewarnai pemandangan dikamar ini. Belum lagi kaos bekas pakai kemarin yang belum kupindahkan ke rak baju kotor. 

"Besok jadi ngambil kuisioner?"
"Jadi kok, tapi tempatnya pisah-pisah, sempet nggak ya?"
"Mau dibagi aja?"
"Boleh deh"

Percakapan singkat, melalui pesan diponsel. Seperti percakapan sungguhan? Ya memang. Jaman now percakapan serba digital. Rasanya memang hanya membaca, bukan mendengar. Sama seperti bacaan yang sempat aku baca beberapa hari lalu. Tulisan bercanda namun menyobek hati.
_______

"Aku rindu tempat-tempat yang dulu sering kudatangi.."
"Dimana aja tuh?"
"Banyak, capeklah disebutin satu-satu"
"yee, kalo cerita jangan setengah-setengah.."

Ditemani gelas kertas berisi cola, aku hanya memandangi jembatan penyebrangan dibalik kaca yang bahkan tidak nampak satu pun manusia yang melintasinya.

"ehmm, stasiun.."
"stasiun mana?"
"depok.. cikini?"
"yaelah tiap hari kan bisa lewat"
"iya sih.."

Kentang goreng disini lebih gemuk daripada di restoran berlogo M melengkung. Rasanya jadi kurang gurih dan menggugah selera. Padahal aku memesan porsi junior, tapi rasanya eneg. Aku memang lebih suka kentang goreng yang renyah, asin dan tidak banyak gaya. *apasih



"terus mana lagi?"
"ampera 2 tak?"
"tempat makan ya?"
"yoi, enak loh, murah"
"yauda kapan-kapan kesana ya"

Jarum pendek menunjuk diantara angka dua dan tiga. Kakiku masih seperti dulu, tidak mau diam. Bergerak-gerak, bergoyang, seperti ada lagu dangdut yang disetel didalam dengkul. Sesekali aku melihat bapak-bapak berjaket hijau yang tengah sibuk memandang papan menu di dinding kasir.

"udah itu aja?"
"ada lagi.." jawabku ragu-ragu
"apaan? masih banyak?"
"banget"
"rumah sakit?"
"kok nebak itu?"
"bukan ya?"
"bener sih.."

Kentang yang berserakan tak habis kulahap. Burger yang sudah dibungkus dalam paperbag segera kulipat rapih dan kuletakkan didalam tas. "Sruuuut..." bunyi cola yang sudah hampir habis. Aku bergegas merapihkan barang bawaanku.

"angkot?"
"seriously?
"iya beneran"
"oke.."

Motor matic berplat belakang CZD itu pun muncul dari belakang jembatan penyebrangan. "mas fahry ya?" tanyanya tertatih-tatih. "sori mas kayaknya server eror, ngga bisa ditelpon"
"oh iya nggak papa pak" jawabku santai.

"ada lagi?"
"banyak sih, ingatan gue mulai kabur nih"
"weh, masih muda pak!"
"siyap!"


Hanya berselang lima menit, saya sudah berada didepan rumah putih. Nampak seorang perempuan usia 20an sedang menyapu pekarangan. Beberapa kucing ras lokal turut menemani. Saya pun masuk kedalam.

"jadi intinya?"
"intinya?"
"iya semua yang lo ceritain apa intinya?"
"intinya gue bukan kangen tempatnya deh"
"tapi orangnya?"
"kok tau??"
"BASI !!"

You Might Also Like

1 comment