Jelajah Singkat Jogja Part1

00.54

Uyey! Melanjutkan dari cerita sebelumnya yang saya hampir gagal main ke jogja, postnya bisa kalian klik disini. Nah sekarang saya mau mulai cerita nih tentang trip yang saya lakukan bersama teman-temannya mama. Tapi saya akan ceritain seluruhnya, ngga cuma pindul aja. Soalnya memang spot utama dari perjalanan ini adalah pindul. So tunggu apalagi? yuuuk dibahas aja ceritanya.

--- Melanjutkan dari kisah post sebelumnya ---

Saya dan mama akhirnya tiba juga di Jogja setelah pesawat kami di re-schedule, sekitar pukul 11.30 lah kami sampai di bandara jogja. Nah disana teman-temannya mama sudah standby, setelah mereka sampai lebih dulu dan sempat berkeliling Prambanan. Kalau ngga salah, mereka sampai sudah dari jam 6 pagi, mengingat flight aslinya jam 5an. 

Bisa dibilang, hari itu adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bandara Jogja. Ternyata mirip bandara Semarang ya, kecil hehe. Kami langsung masuk ke dalam mobil, kalau ngga salah Grand Livina deh. Total rombongan ini ada 7 orang, belum termasuk supir. Dari bandara kami langsung cuss ke Pindul, mengingat hari masih siang dan memungkinkan untuk trip pindul pada hari itu juga.


Perjalanan dari Bandara ke Pindul ternyata tidak sebentar, yang akhirnya kami singgah sementara di Warung makan Gudeg Yu Djum. Dan ya.. makan gudeg. Apalagi?? Disana pun saya sekalian sholat. Ternyata saat kami makan, hujan lebat pun turun seketika. Dan berlangsung cukup lama, hingga akhirnya kami melanjutkan perjalanan dibawah hujan deras. Tipikal jalanan desa di jogja, dengan kanan kiri sawah dan beberapa rumah kecil berjauhan, hingga akhirnya kami memasuki hutan.

Sesampainya di Gua Pindul dengan operator Kang Haris, hujan masih rintik-rintik, kami pun turun dari mobil. Saya sudah nyeker aja, dengan kaki napak tanah yang becek dihujani rintik. Salah satu petugas operator yang kami temui pun menahan kami sebentar di loket. Beberapa kali ia berkoordinasi dengan petugas lainnya.

"Ststst.." suara radio
"gimana aman ngga?" sahut petugas tersebut
"Ststst.." suara radio
"oh gitu.. Oke"

Petugas tersebut mengepalkan kedua tangannya sambil memutar-mutar seperti orang bersalah. 
"mohon maaf bu, nampaknya hari ini rombongan belum bisa masuk, karena air sedang tinggi" kata sang petugas.

SHOCK!!
"udah ketinggalan pesawat.. sekarang ngga jadi ke pindul??" pikirku dalam hati.
"ya namanya cuaca ya bu, kami juga ngga bisa maksain. Gimana kalau besok kesini lagi bu? mungkin tidak hujan." ujar sang petugas

Akhirnya kami pun memutuskan untuk segera beranjak dari tempat tersebut. Adapun rencana kedepannya akan kami atur kembali setelah berada di penginapan. Kami langsung cuss keluar dari hutan. Dalam perjalanan keluar dari hutan, kami sempat mampir ke beberapa tempat.


Tempat yang pertama adalah toko kaos yang agak kekinian. Tempat ini diajukan oleh sang supir. Mungkin sudah kerjasama ya. Nah setelah beberapa menit masuk, saya pribadi sih tidak begitu tertarik ya, karena memang malas saja beli-beli. Saya malah nongkrong ke coffee shop yang ada disebelah toko tersebut. Dan ibu saya ikutan hehehe.


Setelah dari sana, kami mampir ke toko Batik. Dan lagi, saya ngga begitu tertarik. Ketika baru masuk, saya langsung nyari tempat duduk dan asyik sendiri dengan handphone. Para ibu-ibu nampak muter muter nyari baju batik untuk oleh-oleh. Usai dari sana, kami mampir ke Toko Bakpia 25, tepatnya di toko yang ada pabriknya. Tempatnya lumayan besar, namun untuk outletnya mungkin hanya 1/4 dari luas keseluruhan. 




Selesai membeli berbagai oleh-oleh, kami pun langsung cuss ke penginapan yang berada di daerah Kauman. Menurut sang operator penginapan, tempat itu dulunya adalah komplek syuting film Sang Pencerah. Hmm saya lupa filmnya tapi. Tempatnya benar-benar di gang! mobil ngga bisa masuk. Motor kalau mau masuk harus mematikan mesin. Dan gang ini benar-benar terawat, seperti sudah ada aturan komunitas yang ketat.



Nah setelah pada ibu-ibu beres-beres, ganti baju, istirahat sebentar, mandi dll, akhirnya kita semua pun keluar lagi. Jarak dari jalan utama ke penginapan kami sekitar 150m yang berupa gang yang saya sebutkan sebelumnya. Dari sana, sekitar 300m sudah sampai ke jalan Malioboro. Kami pun menghabiskan malam di malioboro untuk beberapa saat. Namun karena para ibu-ibu sudah lelah, kami pun tak lama akhirnya kembali ke dekat penginapan untuk makan.

Boring? iya sih. Saya pribadi merasa begitu. Soalnya memang bukan sama temen-temen sebaya. Dan cara pandangnya beda. Kalau saya jalan sama temen-temen saya, pasti maunya semaleman disana, bener-bener makan jajanan pinggiran, foto-foto, ngabisin malem lah pokoknya. Tapi ya mau gimana? akhirnya kami kembali ke penginapan, dan melanjutkan hari untuk rencana besoknya! see ya,
*photo will be uploaded soon

--- Hari Kedua dilanjutkan di post selanjutnya ya ! ---

You Might Also Like

0 comment