Spek Komputer Arsitek Mahal?

20.55

Halo! Balik lagi dengan tulisan soal arsitektur. Kebetulan lagi tenggo hari ini dari kantor. Bahagianya pulang jam 5 teng hehe. Oke kita fokus ke topiknya ya. Seperti yang tertulis di judul, spesifikasi seperti apa sih yang biasa dipakai oleh Arsitek? Tentunya hal ini akan sangat bervariasi sih, tergantung dari "tipe" arsitek seperti apa kamu. Disini saya mencoba agar tulisan saya dapat digunakan tidak hanya untuk profesi arsitek, tapi juga untuk temen-temen mahasiswa yang berniat investasi komputer di awal perkuliahan.


Seperti saya jaman dulu kala, di tahun 2010, ketika teman-teman saya menggunakan laptop, saya memilih membeli PC dengan harga laptop. Jika dulu harga laptop 10juta dapat spek processor i5, jaman itu PC bisa dapat processor hingga i7 dengan harga yang sama. Tentu ada plus minusnya, terlebih dari segi mobilitas. Jadi untuk temen-temen mahasiswa yang berpikiran untuk membeli PC atau laptop, sebaiknya tanyakan dulu pada senior-senior kampus kalian, seperti apa tipikal tugas kampus. Apakah mengharuskan kalian mengerjakan tugas di kampus, atau lebih banyak bisa dikerjakan di kos/rumah.



Nah, saya ngga akan membicarakan soal PC vs Laptop ya. Tapi lebih ke Spesifikasi apa yang tepat untuk arsitek sesuai dengan tipe arsitek yang kalian jalani saat ini. Di tahun 2018 ini, setau saya, ada beberapa software yang sangat penting dan berperan besar dalam kancah dunia arsitektur. Diantaranya adalah;
- AutoCad
- SketchUp
- Photoshop

"Kenapa cuma tiga? padahal kan ada banyak lainnya, seperti vray, lumion, revit, grasshopper, 3dsmax dan lainnya"

Yap, memang masih banyak sekali software-software lain yang penting dalam dunia arsitektur. Tapi, yang sangat penting, atau "core" dari arsitektur sendiri adalah 3 software tersebut. 

AutoCad adalah software yang sangat universal untuk digunakan dalam dunia konstruksi Indonesia, setidaknya 2018 ini masih begitu. Mungkin kelak akan beralih ke BIM Revit, namun hingga hari ini dominasi AutoCad disetiap proyek konstruksi sangatlah luar biasa.

SketchUp mungkin terdengar sepele dan sangat "mahasiswa", tapi believe me, software ini sangat membantu dalam membuat 3D secara cepat, simple dan cenderung mudah. Mungkin untuk temen-temen yang kerja di luar negri, software advance seperti grasshopper/rhino akan banyak dipakai, tapi di Indonesia hingga kini SketchUp masih mendominasi.

Oke, jadi kalian sudah tahu software minimum yang digunakan oleh arsitek. nah sekarang kita lihat, apa sih requirement dari software-software tersebut.

SketchUp
dari websitenya, untuk seri 2018, rekomendasinya ada pada Ram 8GB, processor 2Ghz, dan VGA dengan memory 1GB. faktanya, ram 8gb masih oke untuk model 3d yang besar. sayangnya kebutuhan processor cukup penting. alangkah baiknya menyiapka  processor i5 keatas. karena saya menggunakan i5, 16gb ram dan 2gb vga masih empot2an saat mengolah model apartemen 6 tower.

AutoCad
untuk autocad pada tahun 2018 membutuhkan minimum 8gb memory dan 1Ghz processor. kata autocadnya demikian. tapi faktanya, ketika kamu mengerjakan file yang kompleks seperti gedung bertingkat atau kawasan, spek tersebut akan terasa berat. Autocad tidak terlalu menggunakan VGA. sehingga jika kamu mau fokus di software ini, lebih baik cari spek dengan processor tinggi dan ram yang besar.

Photoshop
menurut webnya, photoshop meminta spek dengan 8gb ram dan 2Ghz processor. faktanya, 8gb ram untuk olahan digital sederhana masih mumpuni. namun untuk olahan dengan layer yang cukup banyak (hingga puluhan) akan terasa berat. penggunaan harddisk juga penting saat memakai photoshop. karena dia akan otomatis menggunakan temporary harddisk sebagai ram cadangan saat mengolah gambar. jadi kalau ukuran hardiskmu mepet mau habis, photoshop sulit bekerja optimal.

lalu bagaimana dengan software lain?
sebagai gambaran, komputer yang saya gunakan ada 2. yakni PC dan laptop. Spek keduanya berbeda jauh, mungkin bisa sebagai benchmark kamu. Pada PC saya menggunakan i7-4790 dengan ram 16gb, dan VGA 2GB. Pada laptop, saya menggunakan i5, ram 8gb dan VGA 2GB.

Lumion
untuk software pengolah animasi 3d ini, saya mendapatkan nilai rendah, atau performa yang buruk dengan PC saya saat ini. Ngga perlu ditanya lagi bagaimana bila laptop yang saya gunakan. untuk modelling terasa berat dan patah2 terutama pada model yang kompleks. contohnya permodelan beberapa unit rumah hingga kawasan. untuk 1 bangunan saja tentu masih ringan. faktor terbesar penghambat adalah dari VGA 2gb yang umurnya sudah dari tahun 2013. Meski sama-sama 2GB, tapi vga keluaran terbaru sudah lebih canggih dan layak untuk dicoba

Kesimpulannya?
Saya menyarankan kamu untuk menggunakan processor minimal i5 dengan ram 8GB dan VGA 2GB. Spek tersebut sangat cukup di tahun 2018 bahkan hingga 3-4 tahun kedepan. Harganya pun sudah cukup terjangkau apalagi jika kamu paham cara merakit PC.

You Might Also Like

0 comment