Halo Bali Part 1

23.16

Siapa yang menyangka kalau selama 27 tahun aku hidup di bumi, baru kali ini aku bisa menginjakkan kaki di tanah Bali. Selama ini aku cuma bisa memimpikan seperti apa kehidupan di Bali dengan segala gemerlap kebebasannya. "kenapa ngga ke Bali dari dulu?" sempet ada wacana, tapi juga sempet ada penolakan. "ngga boleh ke bali, nanti ngeliat bule telanjang" yap, seperti itu. Akhirnya takdir berkata lain, aku bisa pulau dewata gratis 👌


Jadi ceritanya waktu itu aku sudah dijadwalkan untuk ikut batch pelatihan dari kantor hari jum'at sampai minggu di bogor. Konon dari cerita teman-teman yang sudah ikut, pelatihannya seru, seperti outing bahkan. Aku sudah excited tentang apa aja yang bakal aku lakuin hingga wacana mampir ke safari night malamnya. Ternyata wacana tersebut kandas dengan adanya dinas dadakan pada hari yang sama.

Dapat info di hari selasa, aku pun harus terbang ke Bali pada hari kamis, 22 agustus 2019. Tidak lain dan tidak bukan, ini adalah urusan pekerjaan. Sama seperti trip pekerjaan lainnya, kali ini aku turut menemani direktur untuk melakukan kunjungan ke salah satu proyek yang akan kami garap. Tapi karena ini Bali, dan aku baru pertama kali, aku sangat SENAANG!! 😂😂

Rencananya, aku akan berada di Bali hingga hari sabtu malam. Di hari minggunya aku sudah ada jadwal untuk nonton sheila on 7 di bekasi. Agak dilema memang. Antara mengorbankan nonton dan extend di Bali atau tetap nonton sheila on 7.

Hari Kamis, adalah waktunya bertugas. Pertama kali aku menginjakkan kaki di bandara ngurah rai, aku melihat sebuah patung raksasa di kejauhan. Yap, GWK. Asli sadis banget sih. Patung sebesar itu, dan ngga ada lagi bangunan yang lebih tinggi. bahkan keliatan sekitarnya cuma rata sama pepohonan. Asli epic, tata kotanya bener2 ngejaga biar monumen itu terasa sangat Gigantic dari radius berkilo kilo.



Perjalanan dari ngurah rai berlanjut ke sebuah tempat makan untuk meet up dengan direkturku yang sudah tiba di bali sehari sebelumnya. kami pun melanjutkan perjalanan untuk melihat lokasi. Beruntung, tim membawa drone yang bisa menjelajah lokasi2 yang tidak dapat dijangkau oleh mobil kami.

usai berpisah dengan bos besar, aku pun ikut dengan tim konsultan untuk melihat aneka kebudayaan bali sebagai bahan studi kami. wonderful. bali benar2 kaya akan budaya. Dimana-mana terasa sangat magis. daerah yang sangat ramah akan wisatawan. Sayangnya, aku masih belum terbiasa dengan bau yang cukup menyengat dimana mana.



selain ke tempat-tempat budaya, kami juga menyambangi beachclub yang ada di sekitar kawasan. Komune. sungguh menarik. tapi juga asing. buatku yang baru pertama kali, berada di tengah2 club dengan mayoritas bule, meminum minuman mahal, rasanya seperti "where am i??" tapi aku cukup enjoy karena tempatnya benar2 tenang dan cantik dari segi arsitektural

hari sudah mulai gelap. kami pun beranjak ke arah ubud. kebetulan tim konsultan mengambil hotel di daerah tersebut. berbeda dengan aku yang menginap di sekitar legian. suasana di ubud pada malam hari sungguh menakjubkan! ramai dan menarik. banyak sekali kios2 lucu. rasanya aku ingin melihat semuanya. namun keterbatasan waktu memaksaku untuk segera kembali ke legian

pindah ke tengah kota yang padat seperti di kuta ternyata punya pengalaman yang berbeda dari ubud. sungguh suasana yang lebih gemerlap dengan musik ajeb-ajeb menggaung disetiap sudut kuta. sayangnya malam itu aku sudah terlalu lelah untuk mengeksplor sudut2 keramaian. aku masih punya 2 hari. dan akan aku manfaatkan sebaik mungkin. pikirku kala itu.

Hari Jum’at,  adalah hari kedua aku berada di Bali. Rencananya hari itu aku akan mengunjungi beberapa dinas terkait untuk mendapatkan data soal lahan yang kami survey. Sayangnya, semalam aku sakit. iya sakit. seperti kejadian di kupang beberapa waktu lalu. aku nggak alergi, tapi tenggorokanku bermasalah. seperti susah nelen gitu. kata temanku sih aku kena radang. menderita deh pokoknya malam itu.

usai sarapan di hotel alakadarnya karena aku bener2 ngga mood untuk makan, aku pun beranjak ke pantai kuta sekitar jam 8 pagi. rencananya tim proyek akan menjemutku jam 9. jadi sambil nunggu, aku checkout sekalian jalan2 sebentar. aneh banget sih, diantara orang2 bule yang menikmati berjemur dipantai berbusana minim, aku malah bawa ransel komplit dengan jaket. salah kostum!!


dan ketika aku mau beli jajan di indomaret, aku baru tau kalau di Bali sudah menerapkan sistem belanja tanpa plastik. bagus sih, tapi merepotkan juga hehe. kebayang ngga sih kalian? i’m so fucking alone dan salttum di pantai, jalan sendiri, foto2 sendiri. itu pertama kalinya aku ngerasa lonely jalan sendirian. biasanya mah biasa aja. tp karena ini di lingkungan bule bule jadi kentara banget lonelynya. wish i had companion that day

nah setelah ketemu tim proyek sekitar jam 10, kami langsung cuss ke dua tempat yakni dinas sungai dan jalan. gunanya untuk tahu kira2 rencana apa saja yang sudah ada dari pemda untuk area yang akan kami kembangkan. karena hari ini adalah hari jum’at maka waktu kami pun nggak banyak, terpotong oleh solat jumat. aku bahkan jarang melihat adanya masjid disini, sehingga kami perlu spare waktu dari pemda ke masjid terdekat. beruntung, lokasinya ternyata tidak jauh.

You Might Also Like

0 comment