Halo Bali Part 2

13.55

melanjutkan cerita sebelumnya, perjalanan di Bali rasanya ngga lengkap kalau ngga ada cerita jalan2nya. dan inilah yang kulakukan untuk menghabiskan waktu di Bali sampai sabtu nanti. ketika urusan pekerjaan sudah selesai, this is it!! ohya disclaimer, dinasku cuma sampai hari jumat. aku extend pakai biaya sendiri untuk jalan2nya 👌🏻

Nah usai ngurus segala macam pekerjaan, aku pun diantar kembali ke hotel oleh tim proyek jumat itu. dan lagi-lagi hotel yang kupilih adalah disekitar kuta. niatnya sih agar kalau mau cari apa-apa gampang serta lokasinya ngga jauh dari bandara biar ngga telat besoknya. Aku pun checkin di hotel sekitar jam 4 sore. itu udah super late banget, mengingat aku punya plan mau ke tanah lot hari itu. menurut google sih, perjalanan ke tanah lot bisa memakan waktu 1 jam. aku ngga boleh leha2, karena takut keburu gelap sampai sana. 

Sesuai rencana, aku menyewa motor agar lebih hemat ketimbang menggunakan gojek kesana kemari. Harganya cukup murah, sekitar 70k/hari untuk 1 motor. Langsung deh itu cuss ke Tanah lot dari kuta, cuma modal ganti baju dan baterai hape seadanya. ngga lupa kamera dengan 5 baterai cadangan 😝

lantas apa aku tahu jalan ke tanah lot? jelas engga.. aku hanya mengandalkan google maps yang bisa kupercaya. perjalanan bisa dibilang lancar banget, ngga ada macet yang berarti, mungkin karena weekdays dan bukan high season holiday. di tanah lot sendiri aku dipungut biaya 50k, agak mahal ya. tapi yaudahlah. dan as usual, pengunjungnya di dominasinsama bule. kebayang ngga situasiku kayak gimana? sendirian, asing, lokal. mau selfie pun aku malu :( so sad tapi ya demi biar tau tanah lot gapapa deh


usai muter2 bingung dan berfoto2, aku pun cabut dari tanah lot sekitar jam 7 malam. walaupun jam 7 di bali ternyata masih cukup terang. perjalanan naik motor sendiri di Bali pada malam hari cukup mengesankan dan agak khawatir, karena takut salah jalan atau parahnya, baterai hape buat googlemaps keburu habis. Puas berkeliling, aku pun memutuskan untuk mampir ke beachwalk sebentar karena penasaran.

kalau ngga salah sekitar jam 8 malam disana, dan hanya sebentar. ngga sampai sejam sepertinya. hanya melihat suasana beachwalk dengan arsitektur yang sustainable tanpa menggunakan penghawaan buatan seperti AC di koridornya. sang arsitek menggunakan bantuan air yang mengalir untuk menyejukkan sekitar mall. menarik. logikanya sih energi yang digunakan untuk pompa air tidak lebih besar dari AC yang digunakan untuk koridor mall pada umumnya, sehingga juga akan lebih hemat energi.

selesai dari beachwalk, aku beranjak untuk mencari makan malam. niatnya sih mencari seafood, karena pengen banget makan seafood. berkeliling kuta dengan sepeda motor, mencari tempat yang otentik. sayangnya lebih banyak tempat ajeb ajeb atau yang isinya dominan bule. nyaliku ciut karena sendirian.... akhirnya aku melipir ke salah satu resto di kuta. apa? kaefci...... 😂😂

beribu sayang, niatku untuk makan di tempat nampaknya harus diurungkan karena tempat yang terbatas. ketika aku mau take away sendiri, ternyata di Bali, menggunakan plastik sudah dilarang. kebayang nggak sih bawa box kfc tapi ngga pake plastik? untungnya di jok motor muat naro bagasi. pelajaran buat kamu yang mau ke bali, pakailah motor yang ada bagasinya.

sedih banget ya jauh jauh ke bali makannya kaefci lagi 😥 udah gitu nenteng box tanpa plastik lewat lobi hotel di liatin sama resepsionis... malu aku tuuu 😂😂 yauda deh hari itu diakhiri dengan makan kaefci di kamar hotel 😘

Hari Sabtu
di hari ini kegiatanku bakal sangat padat. karena aku sengaja extend untuk hari ini. full day jalan-jalan. aku udah punya plan mau kemana saja, tinggal eksekusinya harus sesuai jadwal agar engga molor. hari ini aku ada flight jam 8 malam. yang mana aku minimal sudah harus di bandara sekitar jam 6 sore untuk boarding dan checkin terlebih dahulu. tapi aku malah bangun agak siang hari itu 😞


usai beres beres barang2ku, aku pun langsung cabut keluar untuk melihat pantai sanur dan makan di makbeng yang katanya enak banget itu. faktanya? ngga seenak yang kubayangkan. harganya ngga mahal, sekitar 67k untuk satu orang lengkap dengan minum. makbeng sendiri tempatnya ngga begitu besar, kecil bahkan, tapi cukup otentik dengan nuansa kayu dan seperti jadul jadul gitu. tapi untuk makanannya, aku harus akui, ada tempat yang lebih enak.


usai dari makbeng, aku mampi ke massimo, salah satu tempat makan eskrim yang katanya rekomen. salahnya, adalah aku beli ukuran yang paling besar... gobl*k. mentang2 harganya cuma 50k. jadilah aku diliatin orang orang karena makan eskrim gede sendirian. berhubung waktu juga mau jam 12, aku mesti makan dengan sangat ngebut biar bisa sampai hotel sebelum kena denda terlambat checkout.

luckily, aku tiba 10 menit lebih awal sebelum waktu checkout. berhubung aku masih punya banyak agenda, aku pun checkout dan menitipkan bagasi ke hotel. usai urusan bagasi aman, aku pun jalan lagi naik motor ke GWK. the ultimate place yang ingin aku datangi. ternyata kalau naik motor jaraknya cukup jauh dan menanjak. gapapa sih, yang penting ada kendaraan dan ada googlemap. sangat disarankan naik motor sih, karena hari sabtu ke GWK ternyata agak macet kalau naik mobil.


sesampainya di GWK, aku diarahkan untuk menggunakan shuttle bus yang disediakan, gratis. ngga lama, aku langsung mengantri untuk menukar tiket traveloka yang sudah kupesan jauh2 hari. harganya sekitar 110k kalau nggak salah. setelah menukar tiket, kita akan diberikan semacam selendang untuk dipakai. semacam tanda kalau kamu sudah memiliki tiket. barulah kita diarahkan untuk berjalan masuk melewati toko merchendise. sungguh sirkulasi yang menarik. sehingga pas pulang nanti, akan lewat sini lagi dan mau ngga mau beli hehe. *aku tergoda





GWK memiliki kawasan yang cukup luas. berjalan di siang hari disana cukup membuatmu berkeringat. untungnya aku sendiri, kalau ada temen yang ngga suka jalan kaki panas2an bakalan ganggu banget sih ini. kita sebenarnya bisa menyewa buggy untuk berkeliling, tapi aku terlalu malas mengeluarkan uang lagi. hingga tiba di patung GWK, ternyata bagian bawahnya digunakan sebagai pameran tentang sejarah GWK. selain itu ngga ada. jadi yaa GWK ini bisa dibilang cocok buat kamu yang ingin melihat2 saja. minim experience atraksi sih kalau kulihat. tapi overall oke

berlanjut dari GWK, waktu sudah menunjukkan sekitar jam 2 siang kalau ngga salah. aku pun harus bergegas. ada 2 spot yang ingin kulihat, yakni pantai dan pura uluwatu. mungkinkah? ternyata masih bisa!! jadi aku dari GWK langsung ngebut untuk melihat pantai melasti. dan bener aja dong, pantainya cakep banget. gila sih airnys bening banget. sakit jiwa sih. dan pantainya tuh dikelilingi tebing tinggi gitu. parah, memorable banget tempat itu. aku mau kesana lagi.

tapi untuk pantai melasti, tempatnya sangat curam dan terjal untuk kendaraan. sangat disarankan menggunakan kendaraan yang kuat nanjak maupun rem yang pakem, karena beneran bahaya banget konturnya ekstrim.


lanjut dari pantai melasti, aku langsung ke pura uluwatu. targetku kelar dari uluwatu adalah jam 4, agar ke kejar beli oleh2 dulu di kota. di pura uluwatu, aku harus membayar 30k untuk wisatawan lokal. disana kita diwajibkan untuk memakai selendang. atau mungkin karena aku pakai celana pendek hehe. sejauh mata memandang, keistimewaan pura uluwatu adalah pura yang berada di puncak tebing. pemandangan alamnya sungguh menawan. teng jam 4 aku langsung bergegas kembali ke kota.

hanya selisih 5 menit sebelum pie susu terkenal di kota itu tutup, aku masih sempat membeli beberapa boks 🤣.  barulah aku kembali ke hotel. sekitar jam 5 lebih 15 menit aku sudah sampai di hotel lagi. kebetulan lokasi pie susu dengan hotel memang ngga begitu jauh. usai semua tetek bengek jalan2 selesai, aku pun mengembalikan sewa motor ke hotel. total untuk 2 hari sewa adalah 140k belum termasuk bensin.

dari hotel aku memesan gojek menuju salah satu tempat makan, yakni ayam betutu khas gilimanuk dekat dengan bandara. agar nanti di pesawat nggak keroncongan. pas selesai makan, jam 6 aku sudah sampai di bandara. mantap pengalaman di bali yang super padat dan sibuk 😂😂 

You Might Also Like

0 comment