Beli Sepeda Di Era Covid-19

21.25

Halo! Ngga nyangka deh, terakhir menulis di blog ini adalah bulan mei lalu, dan sekarang udah bulan September aja. Meskipun Covid-19 membuat saya lebih banyak dirumah, sayangnya saya nggak ada motivasi untuk lebih rajin nulis huft. Kali ini saya mau ngebahas soal fenomena Sepeda yang lagi ramai di kala Pandemi aja. Tentu bukan hanya saya saja yang merasakan, kamu pun juga begitu kan? entah di TV maupun sosial media, rasanya olahraga yang paling digandrungi sekarang adalah bersepeda. Beberapa teman saya bahkan berkonsultasi dengan saya apakah membeli sepeda dikala pandemi adalah langkah yang tepat?

Saya sendiri memulai bersepeda di tahun 2018 dengan sebuah sepeda lipat. Semenjak itu, saya jadi rajin sekali bersepeda, karena merasa bahwa sepeda lipat sangat mudah untuk dibawa kemana-mana. Jika saya ingin bersepeda di Bandung, di BSD maupun tempat lain, tinggal dimasukkan ke dalam mobil. Lalu bagaimana dengan teman-teman yang mau membeli sepeda sekarang?

Kalau saya pribadi melihat, membeli sepeda lipat dikembalikan lagi ke prioritas masing-masing orang. Jika kamu merasa butuh sekali, dan punya uang silahkan. Kalau ngga punya uang ya jangan. tapi coba kita ulas lebih dalam.

JANGAN BELI

Alasan pertama, Jika uang kamu agak 'mepet', atau tabungan kamu sedikit, saya pribadi menyarankan untuk tidak membeli sepeda. Kenapa? karena di era pandemi seperti sekarang ini, segala sesuatunya serba tidak menentu, terutama adanya isu Indonesia menghadapi Resesi. Sebaiknya uang kamu disimpan, mana tahu nanti sewaktu-waktu ada hal yang lebih urgent.

Alasan yang kedua, seberapa sering memangnya kamu akan naik sepeda? weekend? akankah konsisten? atau hanya mood-moodan saja sebulan sekali? atau semaunya saja? menurut saya kenali saja dirimu seperti apa. Jangan sampai, sudah uangnya mepet, lalu beli sepeda yang akhirnya juga hanya dipakai sebulan sekali.

Dan Alasan yang ketiga, Harga sepeda saat ini, tidak berbanding lurus dengan value sepedanya. Maksudnya apa? harganya sedang sangat tinggi dan tidak sesuai dengan kualitas sepedanya. Hal ini disebabkan oleh permintaan pasar yang sangat tinggi, sedangkan produsen sepeda tidak sanggup memberi kecukupan stok sepeda. Alhasil banyak sekali sepeda 'ghaib', atau langka untuk dicari. Tentu berimbas pada harga sepeda yang tinggi pula. Sebagai contoh, sebuah sepeda merek A, pada tahun 2019 sebelum covid, harganya hanya 4 juta, lalu ketika sedang langka seperti sekarang, harganya jadi 7 juta. kan GILA. Apakah worth it? ENGGA! Kamu bayar 7 juta untuk spesifikasi sepeda 4 juta?? sedih bos

BELI AJAA

Alasan yang pertama, Kamu anak SULTAN. Ngga deng bercanda. Maksudnya, kalau kamu punya banyak duit, dan ngga mikirin bulan depan masih aman atau ngga, bisa makan apa engga, cicilan tercover, ngga punya tanggungan dll, silahkan beli. Duit duit kamu, manfaatkan sesukamu. 

Alasan yang kedua, bisa jadi memang harga sepeda akan terus begini. Maksudnya hype sepeda bisa jadi akan turun, ngga seperti sebesar sekarang. tapi juga ngga akan turun jauh banget. Jadi ya kalau nunggu terus, mau sampai kapan? jadi beli aja, biar bisa segera olahraga

Alasan yang ketiga, selain lari, sepeda menurut saya adalah olahraga individualis yang mana kamu bisa 'jalan-jalan cuci mata' tanpa harus berinteraksi dengan orang lain. Sehingga mampu meminimalisir terkena Covid-19. Jadi ngga ada salahnya sepedaan selama kamu tetap menerapkan protokol. Tentu selain sebagai sarana olahraga, bersepeda juga bisa menjadi sarana rekreasi untuk menjaga kewarasan ditengah pandemi.

You Might Also Like

0 comment